Sebabkan Polusi, India Sita 4 Ton Petasan Jelang Perayaan Deepavali
Dunia

Di Delhi, asap petasan bercampur dengan knalpot mobil, emisi pabrik, debu konstruksi dan sisa tanaman yang terbakar dari negara bagian terdekat sehingga memperburuk kualitas udara.

WowKeren - Pihak kepolisian New Delhi telah menyita empat ton petasan yang dapat menyebabkan polusi di kota besar itu. Langkah ini diambil ketika kota di India itu memasuki musim kabut asap musim dingin ketika 20 juta penduduknya tersedak akibat udara yang telah berubah warna menjadi abu-abu kuning yang busuk.

Secara tradisional, jutaan petasan akan dinyalakan selama perayaan Deepavali, festival cahaya dalam agama Hindu. Perayaan Deepavali tahun ini jatuh pada 4 November dan akan berlangsung selama akhir pekan di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu.

Di Delhi, asap petasan bercampur dengan knalpot mobil, emisi pabrik, debu konstruksi dan sisa tanaman yang terbakar dari negara bagian terdekat. Alhasil, kondisi ini dapat memperburuk zat beracun yang biasanya melebihi batas aman hingga 20 kali lipat.

Oleh sebab itu sebagai langkah untuk mengurangi polusi, pihak berwenang akan melarang penggunaan petasan di kota-kota yang memiliki kualitas udara sangat buruk. Langkah ini dilakukan hampir setiap tahun.



Pada Senin (1/11), sebanyak 4 ton petasan disita dari berbagai lokasi di Delhi setelah polisi menggerebek pasar dan menangkap puluhan orang yang menjual bahan peledak secara ilegal. Laporan media mengatakan beberapa petasan diperoleh dari pabrik ilegal dan dibawa ke Delhi dari negara bagian di sekitarnya seperti Haryana dan Uttar Pradesh.

Delhi pada hari Senin telah memasuki hari pertama musim dengan udara "buruk" sementara pinggiran kota Ghaziabad dan Noida mencatat udara "sangat buruk" pada indeks pemerintah. Sebanyak 22 dua dari 30 kota paling tercemar di dunia berada di India. Bahkan menurut laporan kualitas udara dunia yang dirilis tahun lalu, Delhi menjadi ibu kota yang paling tercemar.

Sebuah laporan Lancet tahun lalu mengatakan 67 juta kematian disebabkan oleh polusi udara di India pada 2019. Hampir 17.500 di antaranya tercatat di Delhi. Untuk mengatasi masalah asap ini, awal tahun ini pemerintah Delhi telah membuka "menara asap" pertamanya.

Seperti namanya, menara ini akan mengipasi udara dalam jangkauannya. Memiliki 40 kipas raksasa, menara ini mampu memompa 1.000 meter kubik udara per detik melalui filter.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts