Satgas COVID-19 mengingatkan soal potensi terjadinya ledakan kasus positif apabila tempat-tempat dengan kerumunan besar, termasuk lokasi wisata, dibuka tanpa protokol kesehatan ketat.
- Elvariza Opita
- Rabu, 03 November 2021 - 12:29 WIB
WowKeren - Pemerintah mempersiapkan berbagai strategi mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Termasuk dengan menghapus cuti bersama tanggal 24 Desember 2021 hingga meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas selama libur di hari-hari terkait.
Kendati demikian, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito memastikan pembatasan yang diberlakukan selama Nataru akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Karena itulah untuk tempat-tempat yang berpotensi memicu kerumunan tetap boleh dibuka dengan pembatasan ketat, termasuk di tempat wisata.
"Pastikan tempat-tempat tujuan wisata dibuka terbatas pada periode Nataru," kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (2/11). "Dan telah membentuk satgas protokol kesehatan 3M di fasilitas publik."
Untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19, maka diperlukan penguatan protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasi. "Karena itu masyarakat diminta untuk selalu mematuhi kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19," ujar Wiku.
Pada kesempatan tersebut, Wiku juga membahas persiapan pemerintah untuk agenda-agenda internasional. Apalagi karena Indonesia siap menerima presidensi G20 yang KTT-nya akan digelar di Bali pada tahun 2022 mendatang.
"Sekaligus persiapan kegiatan internasional salah satunya G-20 di Bali 2022 mendatang," jelas Wiku. Termasuk langkah persiapannya antara lain tahap uji coba oleh Kementerian Kesehatan terkait kesiapan Pemerintah Provinsi Bali untuk menjadi tuan rumah.
Sebelumnya Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan semua pihak untuk lebih antisipatif terhadap lonjakan mobilitas masyarakat menjelang libur Nataru. Disampaikan pada Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Ma'ruf menegaskan bahwa pergerakan masyarakat yang tidak diantisipasi dengan baik bisa menjadi titik lonjakan gelombang baru COVID-19 di Tanah Air.
"Kita juga tetap mewaspadai perlunya antisipasi masa liburan yang cukup panjang, sehubungan dengan Natal dan tahun baru," terang Ma'ruf, Senin (1/11). "Perlunya memikirkan mitigasi terbaik agar penurunan atau relaksasi daripada penerapan PPKM itu, kita sesuaikan secara terkendali dan terukur."
(wk/elva)