Jakarta PPKM Level 1, Wagub Imbau Warga Tak Lengah: Jangan Sampai Jadi Pemicu Naiknya Kasus
Instagram/arizapatria
Nasional

Ahmad Riza Patria juga mengungkap apresiasi karena kini DKI Jakarta berstatus PPKM Level 1. Meski demikian, ia juga mengingatkan agar pelaksanaan protokol kesehatan tidak ikut melonggar.

WowKeren - Pihak berwenang menetapkan level baru Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah DKI Jakarta. Kali ini Ibu Kota menerapkan PPKM Level 1 yang tentu saja diimbangi dengan berbagai pelonggaran.

Meski demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta agar warga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Pasalnya pelonggaran pembatasan biasanya diimbangi dengan meningkatnya mobilitas yang berpotensi memicu terjadinya kenaikan kasus positif COVID-19 apabila tidak berhati-hati.

"Setiap pencapaian adalah peringatan," tegas Ariza, dikutip dari Instagram-nya, Rabu (3/11) "PPKM level satu harus tetap membuat kita siaga."

Status PPKM Level 1 ini, menurut penuturan Ariza, berlaku mulai Selasa (2/11) sampai Senin (15/11) mendatang. Dan menurut Ariza, status ini merupakan pencapaian bersama, sehingga ia pun sempat menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Terima kasih kepada seluruh warga yang melaporkan berbagai pelanggaran lewat aplikasi JAKI," ujar Ariza. "Dan terima kasih kepada para petugas yang terus menindak tegas setiap pelanggaran, ini demi keselamatan seluruh warga."


Perihal kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan, wakil Anies Baswedan tersebut mengingatkan bahwa status Jakarta bisa kembali ke level yang lebih tinggi apabila terjadi pelonggaran disiplin protokol kesehatan. Bahkan bukan tidak mungkin status PPKM akan kembali ke level darurat apabila terjadi ledakan COVID-19 karena kelalaian dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kita pasti akan kembali ke PPKM level 2 bahkan PPKM level darurat, jika kita tidak disiplin," kata Ariza. "Jangan sampai kita jadi pemicu naiknya kasus kembali."

Apresiasi serupa pun sempat disampaikan Gubernur Anies Baswedan. "Alhamdulillah, ini patut kita syukuri, dan ini tidak lepas dari kerja kolosal kita bersama," tegas Anies dalam keterangan tertulis.

Namun meski penurunan level PPKM ini disambut sukacita sejumlah pihak, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, malah mengungkap kekhawatirannya.

"Ingat kita ini menghadapi ancaman gelombang tiga dan varian baru. Ini (penurunan level 1) menempatkan pada posisi kita yang rawan sekali," terang Dicky kepada CNN Indonesia, Selasa (2/11).

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait