Anies Baswedan Ungkap PPKM Level 1 DKI Hasil Kerja Kolosal Bersama, BOR RS COVID-19 Turun Lagi
Instagram/aniesbaswedan
Nasional
PPKM Darurat

DKI Jakarta akhirnya turun ke level 1 PPKM. Atas capaian ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan lantas menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

WowKeren - Pemerintah sebelumnya telah resmi kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Jawa-Bali selama dua pekan. Pada perpanjangan PPKM Level Jawa-Bali kali ini, DKI Jakarta turun ke level 1.

Atas penurunan level PPKM di DKI Jakarta itu, Gubernur Anies Baswedan menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. "Alhamdulillah, ini patut kita syukuri, dan ini tidak lepas dari kerja kolosal kita bersama," tutur Anies dalam keterangan tertulis, Rabu (3/11).

Kemudian, Anies juga memberikan apresiasinya, terutama bagi tim pelacakan atau tracer dan vaksinasi di DKI Jakarta yang telah bekerja keras hingga mampu memaksimalkan agenda pengendalian COVID-19. Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat DKI yang terus disiplin dalam menjaga protokol kesehatan (prokes).

Meski demikian, Anies menuturkan bahwa pencapaian PPKM Level 1 DKI Jakarta itu, lantas tidak membuat semua pihak menjadi lengah. Ia meminta, khususnya kepada masyarakat untuk tetap disiplin prokes ketiga menjalani kegiatan sehari-hari, kemudian juga menjaga kesehatan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.


"Di level 1 ini, banyak ruang publik yang sudah bisa kembali diakses, tapi jangan sampai lengah, jangan abai, tetap jaga prokes dan jaga kesehatan," tegas Anies. "Kita berdoa, semoga wabah ini segera berakhir."

Sementara itu, mengenai penanganan COVID-19 di Ibu Kota diketahui terus membaik. Hal ini salah satunya terlihat dari keterisian tempat tidur (bed occupancy rate atau BOR) rumah sakit rujukan pasien COVID-19 telah mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan keterangan dari Pemprv DKI Jakarta per 31 Oktober 2021, BOR isolasi di 140 RS rujukan COVID-19 kini mencapai 4 persen. Sementara untuk BOR ICU telah turun menjadi 12 persen.

Mengingat kebutuhan tempat tidur untuk pasien COVID-19 telah menurun, maka Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menguranginya. Sementara untuk angka kematian COVID-19 di Jakarta juga masih cukup konsisten.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts