Junta Militer Myanmar 'Halangi' Banyak Pemuda Untuk Menempuh Pendidikan Di Luar Negeri
AFP
Dunia

Kudeta di Myanmar telah terjadi sejak Februari lalu, dan menimbulkan banyak dampak yang merugikan masyarakat. Salah satunya adalah di bidang pendidikan.

WowKeren - Kudeta di Myanmar yang dilakukan oleh junta militer sejak Februari lalu, hingga kini masih terus berlangsung. Bahkan junta militer semakin bersikap tidak manusiawi.

Akibat dari kudeta ini, juga membuat mimpi dari banyak pemuda di Myanmar untuk menempuh pendidikan di luar negeri menjadi terhambat. Deborah (nama samaran) yang merupakan wanita berusia 21 tahun memiliki sebuah rencana untuk menempuh pendidikan di luar negeri, namun kini mimpi tersebut menjadi berantakan.

Deborah sendiri diketahui telah berhasil mendapat beasiswa di salah satu Universitas di Amerika Serikat (AS). Sembari menunggu penyerahan transkripnya, ia meminta beberapa dokumen kepada Departemen Pendidikan pada bulan Desember lalu, akan tetapi dengan adanya kudeta, pegawai meninggalkan pekerjaannya, sehingga Deborah hingga kini masih menunggu dokumennya untuk melengkapi persyaratan belajar di luar negeri.


"Karena kudeta, (transkrip saya) masih belum ada di tangan saya sampai sekarang dan rencana saya dibatalkan," ungkap Deborah. Dengan begini, kemungkinan besar, Deborah tidak jadi melanjutkan studinya ke luar negeri.

Melansir Al Jazeera, Deborah bukanlah satu-satunya pelajar yang mimpinya untuk belajar di luar negeri kandas. Kudeta itu telah membuat sistem pendidikan tinggi Myanmar yang sebelumnya sudah termasuk dalam kategori terlemah di dunia, kini menjadi semakin berantakan.

Ketika kesempatan belajar di dalam negeri berkurang, ekonomi runtuh, dan pembunuhan, penyiksaan, serta penangkapan berlipat ganda, belajar di luar negeri telah menawarkan secercah harapan bagi banyak anak muda. Namun kini mimpi tersebut juga menghadapi banyak rintangan.

"Kalau kita bicara pendidikan semuanya macet di Myanmar," papar Bawi Za (nama samaran), mahasiswa dari negara bagian Chin yang tidak bisa pergi ke AS untuk mengikuti program magister yang dia terima melalui beasiswa. "Ini seperti tidak ada harapan bagi pemuda Myanmar dan pelajar Myanmar.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait