Ada 202 Dugaan Kecurangan Tes CPNS 2021, BKN Sebut Makassar Agak Rawan
bkn.go.id
Nasional

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan ratusan dugaan kecurangan tersebut dari data hasil audit real yang mereka lakukan maupun data artificial intelligence (AI).

WowKeren - Proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 rupanya masih belum bebas dari tindak kecurangan. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan total 225 peserta yang diduga curang di Makassar, Sulawesi Selatan; dan Lampung.

Deputi Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Suharmen, mengungkapkan dugaan kecurangan paling banyak ditemukan Makassar. Sementara itu, dugaan kecurangan seleksi CPNS di Lampung mencapai 23 orang.

"Total yang sudah kami sampaikan yang mereka sangat kuat melakukan kecurangan di Makassar 202 orang," ungkap Suharmen dalam konferensi pers virtual, Rabu (3/11).

Menurut Suharmen, Makassar merupakan daerah yang paling sering melaporkan kecurangan proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Kasus serupa juga pernah terjadi di Makassar dalam beberapa tahun terakhir.


"Pengalaman kami selama ini, baik itu yang tertangkap secara fisik baik di 2019 yang lalu, atau 2020 itu wilayah Makassar ini memang agak rawan. Pola joki itu secara fisik dulu itu dan itu ditangkap," papar Suharmen.

Adapun dugaan kecurangan tahun ini ditemukan dengan memakai sistem artificial intelligence (AI). "Dari data hasil audit real yang kami lakukan maupun data AI, pertama di beberapa titik lokasi yang memang sangat dicurigai terjadi proses kecurangan di situ," jelasnya.

Pihak BKN sendiri telah mengambil langkah antisipasi kecurangan di proses seleksi CASN. Salah satunya adalah dengan menyiapkan penguatan keamanan sistem dan teknologi dalam pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) BKN.

"Kalau sekarang masih bersifat bisa multiplatform OS-nya, operating system-nya, maka ke depan akan dipaksa sistem itu akan berada di single platform yaitu Linux," terang Suharmen.

Menurut Suharmen, sistem single platform dengan Linux akan jauh lebih sulit diakses secara remote. "Karena dengan Linux itu akan lebih tidak mudah orang untuk melakukan potensi untuk terjadinya remote akses," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait