Seorang WN Malaysia berusia 65 tahun nekat melakukan perjalanan lintas negara ke Singapura demi menghabisi nyawa putrinya. Ia tercatat melakukan 17 kali penusukan ke tubuh putrinya.
- Elvariza Opita
- Kamis, 04 November 2021 - 17:20 WIB
WowKeren - Seorang pria berusia 65 tahun berkewarganegaraan Malaysia menjadi sorotan lantaran mencoba membunuh putrinya sendiri. Kasus ini lebih disorot lagi karena Shoo Ah San, sang pelaku, nekat melakukan perjalanan lintas negara semata demi mencoba menghabisi nyawa putrinya yang merupakan penduduk permanen di Singapura.
Mengutip Mothership, Shoo Ah San memasuki Singapura pada Januari 2020. Ia kemudian melakukan percobaan pembunuhan dengan menusuk putrinya, Shoo Suet Lian (42) di dekat halte pemberhentian bus Marsailing sampai sebanyak 17 kali.
Dalam pemeriksaan terungkap bahwa Shoo Ah San nekat mencoba membunuh putrinya karena menduga Shoo Suet Lian berniat menjual rumah keluarga mereka. Rumah yang dimaksud adalah hunian yang ditempati Shoo Ah San bersama dua putra dan satu putrinya setelah sang istri meninggal dunia.
Rumah itu kemudian berhasil dibeli oleh Shoo Ah San, yang selama ini bekerja sebagai pengemudi lori di Johor Bahru, Malaysia, pada tahun 2000. Namun kala itu Shoo Ah San menggunakan nama Shoo Suet Lian sebagai pembeli rumah karena Shoo Ah San berstatus "bangkrut abadi" sementara putra sulungnya, Shoo Chee Seng belum berusia 21 tahun.
Meski demikian, menurut pemeriksaan, rumah tersebut kemudian dibeli, direnovasi, serta beroperasi dengan pembiayaan dari Shoo Chee Seng sang putra tertua. Namun Shoo Ah San merasa rumah tersebut adalah hasil jerih payahnya, bahkan mengklaim terpaksa menggunakan nama putrinya karena "tidak boleh memiliki properti kedua di Malaysia".
Namun pada 2007, Shoo Ah San keluar dari rumah tersebut untuk bekerja di Malaka. Sayangnya selama beberapa tahun berikutnya, Shoo Ah San kerap kembali ke rumah keluarga tersebut dan malah menimbulkan kekacauan, hingga pada 2016 Shoo Chee Seng mengganti kuncinya.
Tahun 2019 Shoo Ah San mulai bertindak brutal dengan memaksa masuk ke rumah serta meninggalkan pesan ancaman membunuh. Anak-anak Shoo Ah San sudah mencoba bernegosiasi dengannya, namun sang ayah menolak hingga membuat mereka sepakat untuk merenovasi rumah sebelum dijual.
Shoo Ah San yang menyadari rumahnya hendak dijual pun semakin marah dan kali ini mengincar putrinya yang dianggap sebagai otak di balik rencana tersebut. Hingga pada 16 Januari 2020, Shoo Ah San "ditendang" oleh pacarnya sehingga dirinya yang tak memiliki rumah lagi memilih untuk menjalankan rencananya membunuh sang putri.
Ia pun masuk ke Singapura dengan sepeda motornya lalu menunggu di parkiran umum terdekat dengan tempat tinggal sang putri. Lalu pada 17 Januari 2020 pukul 05.03 waktu setempat, Shoo Ah San melihat putrinya berjalan sendirian menuju halte, dan saat itulah ia nekat melakukan penusukan.
"Anda sudah menyakiti saya!" ujar Shoo Ah San sambil menusuk bagian bahu, dada atas, bahkan punggung putrinya dengan pisau berukuran 10 cm. Awalnya Shoo Ah San mengincar bagian leher, dengan harapan putrinya bisa segera terbunuh, namun Shoo Suet Lian menghalau.
Shoo Ah San sempat berhenti menusuk putrinya saat ia mendengar ada langkah mendekat. Shoo Ah San bahkan sempat kabur dari tempat kejadian, sebelum kemudian kembali ketika merasa situasi sudah cukup aman untuk kembali menghabisi nyawa sang putri. Kali ini Shoo Ah San bahkan tega menusuk di bagian perut hingga putrinya muntah darah.
Beruntung Shoo Suet Lian berhasil diselamatkan meski mengalami cedera parah termasuk kerusakan paru-paru dan harus menjalani fisioterapi sampai Juni 2021. Di sisi lain, Shoo Ah San ternyata sempat berusaha mencari putranya untuk turut dihabisi, namun pihak kepolisian sudah terlebih dahulu menangkapnya untuk kemudian diadili.
Pada Selasa (2/11) kemarin, Shoo Ah San dinyatakan bersalah lantaran melakukan percobaan pembunuhan serta menguasai senjata tajam di tempat publik. Hukumannya pun sudah mempertimbangkan kondisi mental Shoo Ah San yang dinyatakan baik-baik saja.
(wk/elva)