Sutradara 'Resident Evil' Jamin Adaptasi Kali Ini Berbeda dari Film-Film Sebelumnya
Sony Pictures
Film

Menurut sutradara, pendekatan baru untuk 'Resident Evil' adalah sesuatu yang dituntut perkembangan zaman. Mengadaptasi video game dulu dan sekarang tidak bisa dianggap sama.

WowKeren - Waralaba film "Resident Evil" telah mendapatkan reboot resmi dengan merilis "Resident Evil: Welcome to Raccoon City" bulan ini. Game Resident Evil merupakan seri waralaba yang dicintai di seluruh dunia.

Namun demikian, bukan rahasia lagi bahwa penggemar game hardcore tidak pernah senang dengan adaptasi film "Resident Evil" yang telah dibuat sebelum-sebelumnya. Namun tampaknya, penggemar game tersebut bisa sedikit mulai berharap untuk adaptasi kali ini.

Podcast Comic Book, ComicBook Nation, baru-baru ini berbicara dengan Johannes Roberts, sutradara dan penulis "Resident Evil: Welcome to Raccoon City". Tentu saja, salah satu pertanyaan pertama yang diajukan adalah bagaimana reboot film "Resident Evil" ini akan berbeda dari seri 2000-an yang dibintangi oleh Milla Jovovich.

Menurut Roberts, pendekatan baru untuk "Resident Evil" adalah sesuatu yang dituntut oleh perkembangan zaman. Ia mengakui jika mengadaptasi film dari video game dulu dan sekarang tidak bisa dianggap sama.


"Masalahnya adalah waktu telah berubah," ujarnya. "Ketika franchise film pertama keluar, mengadaptasi permainan komputer sangat terlihat seperti 'orang-orang tahu namanya, jadi ambil IP-nya, ambil namanya lalu lakukan sesuai yang kamu inginkan'."

Namun, itu tidak bisa dilakukan ketika adaptasi dilakukan 20 tahun kemudian. Selain itu, teknologi game juga mengalami perkembangan yang lebih canggih.

"Selama 20 tahun terakhir, itu benar-benar berubah. Ada rasa hormat yang nyata terhadap game ini. Saya pikir game baru saja berkembang dan menjadi sangat canggih juga," lanjutnya. "Gagasan inilah yang menjadi hal sangat penting dalam cara kami meluncurkan (film) ini dan dalam cara kami bergerak maju seperti, 'Lihat, mari kita anggap ini serius.'"

Perkembangan permainan itu sendiri ke tingkat yang lebih kompleks dan canggih telah membuat pekerjaan mengadaptasi film lebih seperti proses klasik mengadaptasi sastra untuk layar. "Ini seperti novel. Jika Anda mengadaptasi novel, Anda mengambil materi sumber dengan sangat, sangat serius," imbuhnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts