Korea Utara Kode Siap Longgarkan Perbatasan Usai Perekonomian Kian 'Jongkok' dan Terancam Kelaparan
AP Photo/Jon Chol Jin, File
Dunia

Korea Utara mengambil langkah isolasi ketat sesudah wabah COVID-19 merebak. Namun di tengah ancaman perekonomian yang runtuh dan bencana kelaparan, mereka dikabarkan siap 'membuka diri'.

WowKeren - Korea Utara selama ini tegas melakukan isolasi dari komunitas internasional, dan semakin tertutup karena pandemi COVID-19. Padahal selama ini negara yang juga dikenal sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) tersebut sangat bergantung melalui perdagangan dengan Tiongkok.

Namun kini sikap penuh rahasia Korut sepertinya tak lagi bisa dilanjutkan menyusul semakin memburuknya performa pertumbuhan ekonomi mereka serta bencana kelaparan yang sudah di depan mata. Bahkan belum lama ini pemerintah Korut dikabarkan meminta warganya untuk makan dalam porsi lebih sedikit, setidaknya sampai tahun 2025.

Badan mata-mata Korea Selatan meyakini bahwa Tiongkok dan Korut diam-diam sepertinya telah semakin meningkatkan perdagangan di antara mereka. Badan tersebut juga mengungkap adanya pembicaraan Korut dengan Tiongkok dan Rusia untuk melanjutkan rute kereta api lintas batas utama.

Keyakinan ini berasal dari rilis data bea cukai Tiongkok yang menunjukkan adanya peningkatan total perdagangan antara kedua negara sampai lebih dari dua kali lipat pada September 2021. Meski demikian, angka yang dicatatkan tersebut masih jauh dari total perdagangan yang biasanya terjalin antara Tiongkok dan Korut sebelum pandemi COVID-19.


Sedangkan dari segi penanganan wabah COVID-19, Korut pun semakin menunjukkan keterbukaan terhadap bantuan internasional. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan lalu mengklaim pengiriman suplai medis ke negara tersebut kembali dilakukan, setelah Pyongyang selalu menolak bantuan 3 juta dosis vaksin Sinovac pada awal 2021.

Kendati demikian, berbagai "kode" ini tak serta-merta membuat Korut siap membuka negaranya lebar-lebar terhadap komunitas internasional. Bahkan hingga kini Korut menjadi salah satu negara yang perkembangan pandeminya "tidak tersentuh" oleh dunia, dengan laporan terakhir dari dalam negeri menyatakan tidak ada satupun kasus positif yang dikonfirmasi di sana.

Pengakuan Korut ini tentu diragukan sejumlah pihak karena letak geografisnya yang memang berbatasan langsung dengan Tiongkok. Mulai terbukanya Korut terhadap negara luar ini pun, meski masih dilakukan secara sangat terbatas, disambut baik terutama oleh para aktivis kemanusiaan.

"Saya menyadari hal ini karena pengiriman beberapa bantuan kemanusiaan kami dapat melintasi perbatasan pada waktu yang tepat untuk menjangkau kelompok sangat rentan," ujar Tim Peters dari Helping Hands Korea in Seoul kepada Al Jazeera, yang mengaku melihat pelonggaran ini sejak musim panas. Peters menjelaskan bahwa organisasinya, serta banyak kelompok-kelompok aktivis kemanusiaan lain, bergantung pada metode tak resmi untuk bisa menjangkau kelompok rentan.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait