Deddy Corbuzier khusus mengundang Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman, untuk membahas detil kasus kecelakaan yang membuat Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah. Bagaimana proses penyelidikan kasus tersebut?
- Ria Susilo Wardhani
- Senin, 08 November 2021 - 12:59 WIB
WowKeren - Deddy Corbuzier sempat mengunggah postingan kata "Janggal" di Instagram. Banyak pihak menduga jika ini ada kaitan dengan kecelakaan maut yang membuat Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah meninggal pada 4 November lalu.
Rupanya, Deddy pun ingin tahu soal kesimpangsiuran yang beredar soal rumor sopir Vanessa dan Bibi, Tubagus Joddy, yang dianggap tak melakukan pengereman. Deddy pun kepo isu lainnya soal dugaan kecelakaan Vanessa dan Bibi ada unsur kesengajaan.
Tak mau ada kesalahpahaman, Deddy mencoba menggali dari sumber terpercaya. Ia khusus membuat konten podcast "VANESSA ANGEL INI YANG TERJADI SEBENARNYA‼️" dan mengundang Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman.
"Kita kehilangan, dia baik dan masalahnya tragis. Muncul berita yang katanya janggal, gak ada bekas rem, sopirnya main TikTok, apakah mungkin kematian Vanessa dibuat oleh seseorang," kata Deddy. "Ya sampai saat ini, kita perlu melakukan pendampingan (psikologis), tetap sopir juga menjadi korban. Sehingga akan menumbuhkan motivasi buat Joddy untuk bercerita," kata Latif.
Deddy lantas kembali mengungkit soal kemungkinan mobil Vanessa dan Bibi disabotase. "Apakah mungkin kalau ada orang yang mengatakan, kejadian ini bisa aja, maaf bukan Joddy ya, kejadian ini dibuat oleh orang, misal remnya diputus atau apa," kata Deddy.
Latif lantas membeberkan kalau polisi sudah menyelidiki hal itu dan memanggil saksi ahli terkait hal tersebut. Latif juga mengungkap polisi mengumpulkan materi untuk jadi bukti yang nantinya bisa menjelaskan secara detil terkait kecelakaan Vanessa dan Bibi.
"Nanti teknisi (Saksi ahli) yang menjelaskan (soal mobil dan bagian rem serta mesin). Tapi memang bekas rem tidak terlihat di jalanan. Itu salah satu bukti untuk menelusuri bagaimana kecelakaan terjadi. Kami juga sudah mengumpulkan CCTV di dekat TKP, nanti kita rangkai sampai dengan olah TKP, pemeriksaan saksi, untuk menentukan penyebab kecelakaan. Informasi soal memakai hp, masih kita dalami," kata Latif.
"Kalau misal seorang sopir, dia mainan handphone, terjadi kecelakaan, apakah itu tindak pidana?" tanya Deddy. "Iya pidana, dia sengaja, bisa membahayakan orang lain," kata Latif. "Itu masuknya kesengajaan?" tanya Deddy. "Sengaja, kalau ketiduran berarti lalai, kalau yang misalnya pecah ban, lalai karena tidak memeriksa kendaraan, kalau menggunakan HP berarti sengaja, bisa membahayakan penumpang, ketentuannya tidak boleh," tegas Latif.
Latif juga menjanjikan kalau polisi akan menyelesaikan kasus itu. Ia juga berharap kasus ini jadi pelajaran buat masyarakat agar selalu waspada sebelum melakukan perjalanan panjang.
Sementara itu, terkuak pula kisah menarik terkait kecelakaan Vanessa dan Bibi. Rupanya ada sosok pria berkumis yang membantu menyelamatkan Gala, anak Vanessa-Bibi. Saat diwawancara TV, terkuak pria tersebut bernama Ansori dan sempat cerita kisah haru saat dirinya menggendong Gala meski kakinya sedang sakit.
"Saya waktu itu berada tidak jauh dari TKP, setelah saya dengar dentuman duar, terus saya lihat mobil itu terbang. Karena kondisi sakit, asam urat tinggi, saya berusaha merangkak ke atas," kata Ansori. "Saya lalu gendong (Gala), seperti di video itu, saya lari, berusaha memberikan anak itu ke petugas. Saya pincang-pincang itu. Terus oleh petugas diberikan ke sopirnya Mbak Angel. Saya terus turun, karena kondisi kaki saya (sakit akibat asam urat)."
(wk/riaw)