RI Beli 1 Juta Obat COVID-19 Molnupiravir, Bakal Dibagi Gratis? Begini Kata Kemenkes
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia membeli hingga 1 juta obat Molnupiravir demi mengantisipasi gelombang ketiga wabah COVID-19. Lantas akankah obat itu dibagikan gratis ke masyarakat?

WowKeren - Sejak berhasil dikembangkan oleh Merck & Co., obat COVID-19 Molnupiravir langsung diburu banyak negara. Termasuk di antaranya Indonesia yang menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sudah membeli 1 juta tablet.

Lantas apakah Molnupiravir tersebut akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat? Terkait dengan pernyataan tersebut, Kementerian Kesehatan ternyata belum memilliki jawaban pasti karena teknis pemberian obat Molnupiravir belum diputuskan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan kajian. Selain itu Kemenkes juga masih menanti hasil evaluasi uji klinis Molnupiravir oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Belum ya, masih akan dibahas dengan organisasi profesi tentang indikasi penggunaannya. Sambil kita menunggu selesainya uji klinis dan publikasinya," ujar Siti Nadia, Kamis (11/11).


Siti Nadia membenarkan bahwa Kemenkes telah membeli 600 ribu sampai 1 juta obat Molnupiravir. Pembelian ini dilakukan untuk mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19, terutama karena libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dikhawatirkan memicu terjadinya lonjakan kasus positif.

Kendati demikian, Siti Nadia belum bisa memastikan kapan Molnupiravir itu akan didatangkan ke Indonesia. "Kalau kedatangan belum dapat kepastian dari produsennya," jelas Siti Nadia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Indonesia tidak hanya akan mengimpor Molnupiravir. Pasalnya Indonesia juga berniat mendapatkan lisensi produksi obat tersebut.

"Sampai saat ini respons dari Merck dan Pfizer sangat baik merespons usulan kita. Negosiasi dengan Merck sudah dilakukan dan mereka sangat terbuka untuk memberikan lisensi produksi Molnupiravir di Indonesia," kata Luhut di DI Yogyakarta, Senin (8/11).

Sementara itu, FDA Amerika Serikat hingga kini belum memberikan persetujuan pemakaian obat COVID-19 Molnupiravir karena Merck & Co., masih harus menggelar uji klinis fase III. Sedangkan Inggris malah telah menurunkan izin penggunaan Molnupiravir untuk pasien COVID-19 di negaranya.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts