Infeksi Harian Meroket Tembus 76.000 Kasus, Jerman Kerahkan Angkatan Udara Angkut Pasien COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

Ini akan menjadi pertama kalinya bagi angkatan udara untuk menggunakan pesawat yang dilengkapi dengan enam tempat tidur ICU untuk memindahkan pasien COVID-19 di Jerman.

WowKeren - Lonjakan kasus COVID-19 di Eropa tengah menjadi sorotan. Rumah sakit di Jerman bagian selatan mulai kewalahan menangani pasien COVID-19.

Untuk itu, Jerman menyiapkan angkatan udaranya untuk memindahkan pasien COVID-19 dari rumah sakit yang kewalahan di selatan ketika jumlah kasus nasional meroket. Ini terjadi ketika kekhawatiran akan varian baru di Afrika Selatan semakin meluas.

Selama musim panas, negara itu memang telah mencatat penurunan tingkat infeksi virus corona. Namun dalam beberapa pekan terakhir, infeksi kembali meningkat tajam. Bahkan pada Jumat (26/11) kasus harian di negara ini mencapai rekor di atas 76.000.

Pada hari Kamis (25/11), negara yang merupakan ekonomi terbesar Eropa itu melewati ambang 100.000 kematian terkait COVID-19. Ini terjadi di tengah peringatan dari rumah sakit terutama di selatan dan timur bahwa unit perawatan intensif mereka terisi penuh.


Hari berikutnya, angkatan udara mulai disiapkan untuk mengangkut pasien COVID-19 yang sakit parah dari kota selatan Memmingen ke Muenster dekat Osnabrueck di utara. Hal itu diungkapkan oleh seorang sumber keamanan kepada Reuters.

Ini akan menjadi pertama kalinya bagi angkatan udara untuk menggunakan pesawat yang dilengkapi dengan enam tempat tidur ICU untuk memindahkan pasien COVID-19 di Jerman. Deteksi varian COVID-19 baru di Afrika Selatan menambah kekhawatiran atas meningkatnya jumlah infeksi.

Penjabat Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan pemerintah akan menyatakan Afrika Selatan sebagai "daerah varian virus" pada Jumat. Keputusan ini akan berlaku mulai Jumat malam waktu setempat. Itu artinya, maskapai penerbangan hanya akan diizinkan untuk mengembalikan orang Jerman ke Jerman dari Afrika Selatan. Semua akan menjalani karantina selama 14 hari.

Salah satu ketua partai Hijau dan menteri luar negeri Jerman berikutnya Annalena Baerbock, mengatakan kepada majalah Spiegel bahwa baik mandat vaksin untuk seluruh penduduk maupun penguncian baru tidak dapat dikesampingkan. Sebagian besar wilayah Jerman telah memperkenalkan aturan untuk membatasi akses ke aktivitas dalam ruangan bagi orang-orang yang telah divaksinasi atau telah pulih dari COVID-19.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts