Belanda Temukan Puluhan Penumpang Dari Afsel Terpapar COVID-19, Khawatirkan Varian Omicron
AFP/Remko de Waal
Dunia
Pandemi Virus Corona

Negara di dunia saat ini tengah mewaspadai varian Omicron, terlebih WHO telah mengklasifikasikannya ke dalam Variant of Concern. Hal ini lantaran varian tersebut dinilai lebih agresif dibanding lainnya.

WowKeren - Saat ini, negara-negara di dunia tengah mengkhawatirkan mengenai varian baru COVID-19 yang belum lama ini ditemukan di Afrika Selatan yakni Omicron. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikannya sebagai Variant of Concern (VoC).

Sementara itu, pada Sabtu (27/11), Otoritas Kesehatan Belanda mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi 61 kasus COVID-19 di antara orang-orang yang terbang dari Afrika Selatan pada satu hari sebelumnya. Saat ini, pihak Otoritas Kesehatan Belanda sedang melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan apakah mereka terinfeksi varian Omicron atau bukan.

Adapun kasus COVID-19 itu ditemukan di antara sekitar 600 orang penumpang yang tiba di Bandara Schipol Amsterdam melalui dua penerbangan pada Jumat (26/11), sebelum pemerintah Belanda melarang perjalanan dari Afrika Selatan lantaran kekhawatiran akan varian Omicron. Penumpang yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu lantas dipisahkan dari pelancong lain dan mereka melakukan isolasi di sebuah hotel dekat bandara.


Sementara itu, salah seorang Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Belanda mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum mengetahui penumpang yang terkonfirmasi positif itu varian Omicron atau bukan. Sedangkan salah seorang Juru Bicara KLM, cabang Belanda dan Air France mengatakan bahwa maskapai berusaha untuk bisa menerapkan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah pada kala itu.

Pihak maskapai mengatakan bahwa mereka tahu aturan yang diterapkan pemerintah Belanda itu sebagai tindak upaya pencegahan melonjaknya kasus COVID-19. Selain itu aturan tersebut juga mencegah orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 untuk terbang dari Cape Town dan Johannesburg.

Pihak maskapai juga menegaskan bahwa di dalam laman perusahaan sudah menyampaikan kepada calon penumpang untuk menunjukkan hasil tes rapid antigen negatif 1x24 jam sebelum keberangkatan. Akan tetapi, tidak diwajibkan untuk menunjukkan bukti atau sertifikat vaksinasi COVID-19.

Seorang Juru Bicara Otoritas Kesehatan di Kennemerland, wilayah Belanda yang mengawasi Schiphol mengatakan bahwa kasus positif COVID-19 62 penumpang itu tengah dianalisis oleh National Institute for Health (RIVM). Diharapkan hasil analisisnya nanti bukan merupakan varian Omicron.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts