Afrika Selatan Jadi Negara 'Terisolasi' Gegara Varian Omicron, WHO Ikut Geram
AFP/Michele Spatari
Dunia
Pandemi Virus Corona

Penerbangan dari Afrika Selatan ke AS, Inggris, dan negara-negara Eropa segera dilarang setelah para ilmuwan mengumumkan penemuan omicron. Alhasil, kekacauan pun muncul di bandara.

WowKeren - Varian baru COVID-19, omicron, yang baru-baru ini dinyatakan sebagai variant of concern oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) rupanya turut berimbas pada Afrika Selatan. Betapa tidak, sejumlah negara telah mengambil langkah ketat untuk mengontrol perbatasan mereka guna mencegah penyebaran varian yang disebut pertama teridentifikasi di negara itu.

Penerbangan dari negara itu ke Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara di Eropa dengan cepat dilarang setelah para ilmuwan Afrika Selatan secara resmi mengumumkan penemuan jenis virus pada hari Kamis. Alhasil, kekacauan pun muncul di bandara Afrika Selatan.

"Ini benar-benar kekacauan. Tidak ada yang bisa memberi tahu kami apa yang mungkin dalam hal perjalanan saat ini," kata Steve Lawrence, seorang pelancong yang terdampar di OR Tambo. "Segalanya berubah setiap menit dan kita dibiarkan dalam kesulitan. Kami telah merencanakan untuk tinggal di Amerika Serikat selama bulan Desember dan sekarang kami terjebak."


Sementara itu, WHO mendesak negara-negara di dunia untuk tidak terburu-buru memberlakukan larangan penerbangan untuk Afrika Selatan dan negara di sekitarnya. Matshidiso Moeti selaku Direktur regional WHO Afrika meminta negara-negara untuk berpedoman pada sains dan peraturan kesehatan internasional untuk menghindari penerapan pembatasan perjalanan.

"Pembatasan perjalanan mungkin berperan dalam sedikit mengurangi penyebaran COVID-19 tetapi memberi beban berat pada kehidupan dan mata pencaharian," jelasnya dalam sebuah pernyataan. "Jika pembatasan diterapkan, mereka tidak boleh bersifat invasif atau mengganggu yang tidak perlu, dan harus berbasis ilmiah."

Moeti, memuji Afrika Selatan yang menurutnya telah mengikuti peraturan kesehatan internasional. Negara ini segera memberi tahu WHO setelah laboratorium nasionalnya mengidentifikasi varian omicron. Sebab, langkah transparan semacam ini sangat diperlukan untuk membantu melindungi dunia.

"Kecepatan dan transparansi pemerintah Afrika Selatan dan Botswana dalam menginformasikan kepada dunia tentang varian baru ini patut diapresiasi," lanjut Moeti. "WHO mendukung negara-negara Afrika yang berani berbagi informasi kesehatan masyarakat yang menyelamatkan jiwa, membantu melindungi dunia dari penyebaran COVID-19."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts