COVID-19 Omicron Meresahkan, Filipina dan Thailand Kompak 'Tarik Rem'
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Filipina berencana mengizinkan turis asing yang sudah divaksin masuk mulai 1 Desember 2021. Sedangkan Thailand berencana memperbolehkan turis asing masuk hanya dengan rapid test antigen.

WowKeren - Virus Corona varian Omicron (B.1.1.529) sedang menjadi sorotan dunia karena tingginya jumlah mutasi yang dijumpai di protein durinya (spike protein). Berbagai negara berlomba-lomba mempertimbangkan kembali rencana pembukaan perbatasan demi mencegah masuknya varian baru yang meresahkan para peneliti tersebut.

Termasuk Filipina yang sudah bersiap-siap untuk menyambut turis internasional mulai 1 Desember 2021. Diketahui Filipina merancang kebijakan agar wisatawan asing yang sudah divaksin bisa masuk negaranya dengan protokol kesehatan yang tidak terlalu mengikat, namun tentu saja rencana ini akhirnya ditunda.

Satuan Tugas COVID-19 Filipina memutuskan menunda masuknya penerbangan internasional dari 7 negara Eropa. Selain itu, Filipina juga melarang kedatangan pelaku perjalanan internasional dari beberapa negara Afrika.

"IATF menilai diperlukannya larangan masuk turis asing," tegas Komisioner Biro Imigrasi Filipina, Jaime Morente, pada Senin (29/11). "Apalagi karena dunia sedang sangat khawatir dengan varian Omicron."


Padahal Filipina sudah berharap pembukaan perbatasan negaranya untuk memulihkan industri pariwisata dan perekonomian negaranya. Namun rencana ini harus ditunda, bukan hanya karena Omicron melainkan juga lantaran masih banyak warganya yang belum menerima vaksinasi.

Hal senada juga disampaikan oleh otoritas Thailand. Setelah melarang pelaku perjalanan dari 8 negara Afrika untuk masuk per 1 Desember 2021, Thailand juga mengatur semua pendatang dari benua tersebut, sekalipun tidak termasuk dalam negara yang dilarang, untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Kedelapan negara yang dilarang Thailand adalah Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambique, Namibia, Afrika Selatan, dan Zimbabwe. Sedangkan pendatang di luar ke-8 negara tersebut bisa masuk Thailand lewat program reguler dan harus menjalani karantina 2 pekan alih-alih "bebas" dengan skema Sandbox atau Test and Go.

Bukan cuma menjalani karantina, mereka juga harus menjalani tes COVID-19 sebanyak 3 kali. Sedangkan untuk pendatang dari Afrika yang sudah masuk Thailand sejak 15 November, yang otomatis kini sudah bebas dari masa karantina, akan terus dimonitor pemerintah.

Thailand juga terpaksa memupuskan harapan mengizinkan turis internasional masuk negaranya tanpa kewajiban RT-PCR. Diketahui Thailand berniat untuk mengizinkan turis asing masuk hanya dengan rapid test antigen.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts