Makin Longgar, Thailand Bakal Izinkan Pelancong Asing Masuk dengan Rapid Test Antigen Saja
AP Photo/Sakchai Lalit
Dunia
Pandemi Virus Corona

Thailand berencana melonggarkan peraturan wajib tes RT-PCR yang berlaku untuk pendatang internasional, yakni menggantinya dengan rapid test antigen mulai Desember 2021.

WowKeren - Thailand sedang menikmati masa-masa kebangkitan industri pariwisata negaranya setelah perlahan membuka perbatasan. Namun tampaknya masa pemulihan ini belum dianggap cukup hingga Thailand berencana untuk kembali melonggarkan pembatasan yang ada.

Tak main-main, Kementerian Kesehatan Thailand bahkan mengusulkan kemudahan untuk pelaku perjalanan internasional yang hendak masuk mulai 1 Desember 2021 mendatang. Pasalnya para pelaku perjalanan ini tidak perlu lagi mengakses tes COVID-19 berbasis RT-PCR tetapi cukup diganti dengan rapid test antigen yang notabene lebih murah.

Revisi peraturan ini akan diserahkan Menkes Thailand Anutin Charnvirakul kepada otoritas terkait pada Jumat (26/11). Bila diloloskan, maka regulasi di Thailand akan berubah lantaran kini pemerintah setempat mewajibkan pendatang internasional untuk langsung menjalani tes RT-PCR segera setelah tiba dan dikarantina di hotel yang disetujui hingga hasilnya keluar.

Pelancong internasional yang tiba dengan skema program Test & Go malah tidak perlu menjalani karantina secara formal. Mereka hanya harus berstatus negatif COVID-19 dengan menjalani tes yang hasilnya biasanya keluar dalam jangka waktu 24 jam.


Pemerintah Thailand juga tengah menggodok perluasan cara masuk pelancong internasional ke dalam negaranya. Sejauh ini hanya pelancong internasional yang tiba melalui jalur udara dengan skema Test & Go dan Sandbox-lah yang boleh tidak menjalani karantina. Namun pemerintah Thailand berencana memperluasnya ke jalur darat dan air, meski masih dikhususkan untuk pelancong yang sudah divaksin.

Thailand berharap kelonggaran ini mendorong lebih banyak pelaku perjalanan internasional yang masuk. Sebab meski terjadi kenaikan signifikan, angka pelancong internasional yang masuk ternyata jauh di bawah prediksi Otoritas Pariwisata Thailand.

Namun setidaknya skema kedatangan saat ini menyebabkan hanya 0,08 persen wisatawan asing di Thailand yang terkonfirmasi COVID-19. Kendati demikian, sejumlah pihak juga meyakini angka pelancong internasional yang masuk ke Thailand berkurang karena larangan minuman alkohol dan operasional klub malam.

Karena itulah, Wali Kota Pattaya, Sonthaya Khunploem, mengaku siap membahas soal pelonggaran pembatasan alkohol dan klub malam dalam pertemuan pada Jumat (26/11) hari ini. Meski Sonthaya juga tidak bisa menjamin larangan itu akan dicabut pada Desember 2021.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts