Pengacara Meghan Markle Tegaskan Duchess of Sussex Tak Bersalah Atas Tuduhan Bullying Staf Kerajaan
WENN/Danny Martindale
Selebriti

Kuasa hukum Meghan Markle akhirnya muncul dan buka suara atas tudingan yang dilemparkan pada Duchess of Sussex soal dugaan membully sejumlah staf kerajaan.

WowKeren - Duchess of Sussex Meghan Markle memang santer dituding telah melakukan bullying pada staf kerajaan. Bahkan bangsawan senior dengan tegas akan mengusut tuntas kasus tersebut.

Diketahui, tudingan itu muncul tak lama setelah Meghan dan Pangeran Harry mengundurkan diri dari tugas kerajaan dan memilih menetap di Amerika. Meghan kemudian dikecam telah memperlakukan beberapa staf kerajaan dengan kejam. Ia juga dituding membentak dan beberapa kali menghina hasil kerja staf kerajaan.

Lama tak ada perkembangan, kini kuasa hukum Meghan yang bernama Jenny Afia pun muncul. Jenny yang merupakan kepala bagian hukum di Schillings menyebut klaim atas Meghan sangatlah tidak akurat.

Dalam film dokumenter BBC, Afia tegas mengatakan jika Meghan sama sekali tidak melakukan bullying terhadap staf kerajaan. Cerita keseluruhan yang dibagikan sejumlah oknum tak bertanggung jawab dinilai Afia terlalu berlebihan dan tidak sesuai fakta.

"Ketidakakuratan besar-besaran dalam cerita itu. Tuduhan keseluruhannya adalah bahwa Duchess of Sussex bersalah karena melakukan intimidasi. Sama sekali tidak," tegas Afia.

Menurut Afia, tak semua orang paham betul apa itu bullying. Sehingga terkesan menganggap hal sepele yang dilakukan Meghan dikecam sebagai pembully-an. "Saya pikir hal pertama adalah, harus benar-benar jelas tentang apa itu bullying," lanjutnya.


Afia menjelaskan jika bullying adalah seseorang yang menyalahgunakan kekuasaan. Orang tersebut juga sengaja menyakiti hati pihak lain secara fisik maupun emosional.

Afia kemudian mengklaim sikap itu sama sekali tak dilakukan Meghan. Sehingga, Meghan tak bisa dianggap telah melakukan bullying.

"Yang dimaksud dengan bullying sebenarnya adalah menggunakan kekuasaan secara tidak benar," tutur Afia. "Berulang kali dan dengan sengaja untuk menyakiti seseorang, secara fisik atau emosional."

Sekali lagi, Afia membantah jika Duchess of Sussex melakukan bullying. Kendati begitu, Afia mengakui jika memang sulit membuktikan tudingan negatif yang diarahkan pada Meghan.

"The Duchess of Sussex benar-benar membantah melakukan itu, yang mengatakan dia tidak ingin meniadakan pengalaman pribadi siapa pun," imbuh Afia. "Sangat sulit untuk membuktikan yang negatif. Jika Anda belum menindas seseorang, bagaimana Anda menunjukkan bahwa Anda tidak."

Afia pun menyebut Meghan sangat sedih saat tahu karakternya dijatuhkan. Padahal, Meghan selalu berusaha untuk menegakkan keadilan.

"Duchess sedih dengan serangan terbaru pada karakternya," pungkasnya. "Terutama sebagai seseorang yang telah menjadi target bullying dirinya sendiri dan sangat berkomitmen untuk mendukung mereka yang telah mengalami rasa sakit dan trauma."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts