CEO BioNTech: Jangan Panik dengan Omicron, Tetap Jalankan Rencana Percepat Pemberian Booster Vaksin
Dunia

BioNTech mengatakan bahwa meskipun varian omicron dapat menyebabkan lebih banyak orang yang divaksinasi terinfeksi, mereka diperkirakan tetap mampu melawan penyakit parah.

WowKeren - Dunia tengah berada di tengah kekhawatiran yang kian meluas akibat varian baru COVID-19 yang disebut omicron. Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada awal November lalu.

Berbagi teori muncul seiring dengan makin banyaknya negara yang melaporkan deteksi kasus varian ini di wilayah mereka. Namun, CEO pembuat vaksin COVID-19 BioNTech meminta agar publik tetap tenang menghadapi varian yang satu ini.

Ugur Sahin, yang ikut mendirikan BioNTech dan menemukan salah satu vaksin COVID-19 pertama mengatakan bahwa meskipun varian omicron dapat menyebabkan lebih banyak orang yang divaksinasi terinfeksi, mereka diperkirakan tetap mampu melawan penyakit parah. Hal itu disampaikan olehnya dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal pada Selasa (30/11).

"Pesan kami adalah: Jangan panik," ujarnya kepada WSJ. "Rencananya tetap sama: Percepat pemberian suntikan booster dosis ketiga vaksin."


Sahin mengatakan bahwa suntikan BioNTech mRNA telah terbukti mampu memberikan perlindungan terhadap penyakit parah dari varian virus lain dimana orang yang telah divaksin terinfeksi. BioNTech mRNA ditemukan olehnya dan tim penelitinya pada Januari 2020 lalu yang kemudian dikembangkan bersama dengan raksasa obat Amerika Serikat Pfizer.

Dia mencatat bahwa omicron kemungkinan akan dapat menghindari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin lebih baik daripada Delta. Hal ini disebabkan karena jumlah mutasi varian baru yang lebih tinggi. Namun, ia percaya bahwa omicron tidak mungkin dapat mengelilingi respons imun sel-T tubuh terhadap infeksi.

"Keyakinan kami (bahwa vaksin bekerja melawan omicron) berakar pada sains: Jika virus berhasil lolos dari kekebalan, virus itu berhasil melawan antibodi, tetapi ada respons kekebalan tingkat kedua yang melindungi dari penyakit parah," ujarnya menambahkan. "Yakni sel-T."

Wawancara dengan kepala BioNTech terjadi menyusul komentar yang dibuat oleh CEO Moderna Stephane Bancel pada hari Selasa (30/11). Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Bancel memperingatkan bahwa vaksin COVID-19 saat ini akan jauh kurang efektif terhadap omicron.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait