Seorang YouTuber sekaligus konten kreator yang membuat versi asli 'Squid Game' menjadi perdebatan karena dinilai mendukung gerakan kapitalis yang merugikan orang-orang putus asa.
- Takiara
- Rabu, 01 Desember 2021 - 10:46 WIB
WowKeren - Munculnya sebuah acara bertajuk peraturan ala "Squid Game" yang memperebutkan uang 456 ribu dollar baru-baru ini menjadi perbincangan. Mengingat "Squid Game" merupakan drama Netflix yang fenomenal, tampaknya tidak semua orang menyukai sensasi viral ini.
Baru-baru ini, seorang konten kreator asal Amerika Serikat bernama MrBeast atau juga dikenal sebagai Jimmy Donaldson yang terkenal karena aksi dan filantropinya yang mahal. Di bulan Oktober lalu, MrBeast mengumumkan bahwa ia akan membuat ulang semua set dan game dari "Squid Games" untuk video YouTube. 456 kontestan akan bersaing memperebutkan hadiah utama sebesar 456 ribu dollar atau sekitar Rp 6,5 miliar.
Perbedaan terbesar antara "MrBeast Game" dan "Squid Game" terletak di taruhannya. Turnamen MrBeast tidak ada peraturan ditembak mati dan hanya untuk bersenang-senang. Acara ini mendapat pujian karena komentarnya yang tajam tentang perpecahan kelas dan kapitalisme di dunia saat ini.
Sejak dirilis perdana pada 24 November, video MrBeast telah ditonton lebih dari 124 juta kali. Mengingat popularitasnya yang besar, "MrBeast Game" juga menuai kritikan. Media VICE secara khusus mengungkapkan jika seorang YouTuber tersebut memanfaatkan acara yang memiliki pesan anti-kapitalis yang kuat.
"Sebagai bagian dari media, itu sesat. Ini tidak hanya salah memahami pesan anti-kapitalis dari 'Squid Game', ini adalah sebuah wacana dari keinginan utama penjahat untuk menyaksikan orang-orang yang putus asa bersaing demi uang semata-mata untuk hiburannya," tutur VICE.
VICE juga menyebut "MrBeast Game" di level kreatif dengan menyebut videonya sebagai trik. VICE mengklaim bahwa konten orisinal cenderung dibayangi oleh konten penggemar di YouTube. "Lebih anehnya, 'MrBeast Game' menyoroti masalah mendasar YouTube. Tidak ada kekurangan orang yang membuat karya seni asli dan menempatkannya secara online, tetapi internet justru didominasi oleh orang-orang yang dapat memanfaatkan properti dan basis penggemar yang ada," lanjut pihak VICE.
Perdebatan panas lainnya berasal dari pembuat konten online vs media tradisional, khususnya dalam hal penjagaan gerbang. Jon Youshaei, kontributor untuk Forbes dan TIME mendapat kecaman karena tweet yang sekarang dihapus ini di mana ia membandingkan keberhasilan MrBeast dengan drama aslinya.
Namun, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa penggemar, membandingkan "MrBeast Game" dan "Squid Game" seperti membandingkan apel dan jeruk. Salah satunya adalah acara penggemar filantropis tanpa plot sebanding dengan pertunjukan game yang tidak akan ada tanpa 'Squid Game'. Yang lainnya adalah serial televisi yang berdiri sendiri dengan cerita yang rumit.
Pembuat konten, jurnalis, dan penggemar "Squid Game" semuanya menyuarakan pendapat tentang masalah ini, tetapi YouTuber berita Philip DeFranco mungkin telah menyimpulkannya dengan baik. "Kedua hal ini bisa menjadi luar biasa. Tidak semuanya harus terus berubah tentang siapa," ungkapnya memberikan pendapatnya.
Sementara itu, "Squid Game" hingga saat ini menjadi sebuah serial drama yang masih diperbincangkan banyak orang karena teori konspirasi yang menarik untuk diikuti. Meski tampaknya sutradara Hwang Dong Hyuk telah membeberkan tujuannya menciptakan "Squid Game" sedemikian rupa, tentunya penggemarnya memiliki pemikiran lain.
(wk/taki)