Kasus Varian Omicron di Inggris Disebut Berlipat Ganda Setiap 2-3 Hari
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Hal ini disampaikan oleh Prof Neil Ferguson yang merupakan anggota Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (Sage) pemerintah Inggris dan kepala kelompok pemodelan wabah penyakit di Imperial College London.

WowKeren - Ilmuwan menilai penyebaran Varian Omicron di Inggris berlipat ganda setiap dua hingga tiga hari. Oleh sebab itu, kebijakan lockdown mungkin perlu untuk diberlakukan kembali.

Hal ini disampaikan oleh Prof Neil Ferguson yang merupakan anggota Kelompok Penasihat Ilmiah untuk Keadaan Darurat (Sage) pemerintah Inggris dan kepala kelompok pemodelan wabah penyakit di Imperial College London. Dalam program Today BBC Radio 4 pada Rabu (8/12), Ferguson menyatakan bahwa Omicron kemungkinan sudah akan menjadi jenis yang dominan di Inggris sebelum Natal.

"Kemungkinan untuk menyalip Delta sebelum Natal pada tingkat ini, (namun) tepatnya kapan sulit diperkirakan," ujar Ferguson yang berbicara dalam kapasitas pribadi. "Kami akan mulai melihat dampak pada jumlah kasus secara keseluruhan – mungkin masih hanya 2 persen, 3 persen dari semua kasus sehingga agak kewalahan, tetapi dalam satu atau dua minggu kami akan mulai melihat jumlah kasus keseluruhan meningkat cukup nyata juga."

Menurut Ferguson, hingga kini jumlah kasus Varian Omicorn tertinggi berada di London dan Skotlandia. Diketahui, jumlah kasus varian Omicron yang terdeteksi di Inggris naik dari 101 menjadi 403 pada Selasa (7/12) saat Skotlandia mengumumkan kembalinya aturan WFH.

"London sudah bisa diperkirakan karena di situlah sebagian besar pengunjung asing kami datang," ungkapnya.


Ferguson mengatakan masih kurang jelas apa alasan Varian Omicron menyebar lebih cepat di Skotlandia. Namun ia berspekulasi bahwa itu berkaitan dengan KTT Cop26 di Glasgow.

Lebih lanjut, Ferguson menyatakan bahwa sulit untuk mengesampingkan perlunya penerapan lockdown. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih "belum menangani ancaman dengan cukup baik".

"Jelas, jika konsensusnya sangat mungkin bahwa NHS hanya akan kewalahan, maka pemerintah akan memutuskan apa yang ingin dia lakukan tentang itu, tetapi ini adalah situasi yang tentu sulit untuk dihadapi," tambahnya.

Ia juga mencatat bahwa studi awal di Inggris menunjukkan dua dosis Vaksin COVID-19 Pfizer kira-kira hanya mampu setengah melindungi dari penyakit ringan akibat varian Omicron dibandingkan dengan varian lainnya.

"Kami berpikir bahwa perlindungan terhadap penyakit parah jauh lebih mungkin dipertahankan pada tingkat tinggi, tetapi kami tidak memiliki data pasti tentang itu. Itu hanya berdasarkan ekstrapolasi dari pengalaman masa lalu," tukasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts