Muncul COVID-19 Omicron, Peneliti Ungkap Potensi Perlunya Vaksin Booster Rutin
Dunia

Rencana vaksinasi COVID-19 secara berkala setiap tahun kembali mencuat setelah varian Omicron berkembang luas. Nantinya booster berkala ini seperti vaksinasi influenza.

WowKeren - Kenaikan kasus COVID-19 beberapa waktu belakangan semakin dibuat panas dengan keberadaan varian Omicron (B.1.1.529). Varian yang semula berasal dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangga ini sekarang sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Kini peneliti memiliki pekerjaan besar untuk memahami karakteristik dan konsekuensi yang ditimbulkan dari varian Omicron. Termasuk tingkat transmisinya yang diklaim begitu tinggi dan kekinian memicu dugaan para ahli akan pentingnya vaksinasi dosis penguat alias booster secara rutin di masa depan.

Jonathan Abraham, seorang Asisten Profesor di Institut Blavatnik dari Harvard Medical School, mengungkap potensi perlunya booster COVID-19 secara periodik dalam beberapa tahun ke depan. Terutama di wilayah dengan tingkat cakupan vaksinasi yang rendah namun "dikepung" varian dengan tingkat penularan tinggi.

"Di area dengan tingkat infeksi tinggi karena rendahnya cakupan warga tervaksin lebih mudah terpapar virus dan mendapat lonjakan infeksi," tutur Abraham dalam diskusinya akhir November 2021 lalu. "Dengan pemikiran ini, saya mengasumsikan perlunya vaksin booster secara berkala dalam beberapa tahun ke depan untuk mengantisipasi varian yang sangat mudah menular."


Abraham menganalogikan ini dengan vaksin influenza yang harus disuntikkan kepada setiap individu per tahunnya. "Dosis penguat dengan antigen yang terbaru diperlukan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk mengenal virus yang sudah bermutasi. Mungkin mirip dengan vaksin flu, di mana vaksin (setiap tahun) disesuaikan dengan galur terbaru ketimbang dosis penguat," ujar Abraham.

Sebagai informasi, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa vaksin influenza selalu diperbarui kandungan antigennya setiap tahun. Mereka diperbarui sesuai dengan kondisi seperti galur jenis apa yang paling banyak menyebabkan orang sakit, atau virus mana yang tingkat penyebarannya sangat tinggi, hingga membandingkannya dengan efektivitas vaksin periode sebelumnya.

Kendati demikian, rencana vaksinasi booster secara berkala ini dibayangi dengan satu ketakutan besar. Yakni virus Corona varian Omicron kemungkinan menurunkan efektivitas vaksin-vaksin COVID-19 yang tersedia saat ini.

Beberapa yang sempat menyampaikannya seperti CEO Moderna dan BioNTech. Kendati demikian, CEO BioNTech Ugur Sahin menilai vaksin yang tersedia saat ini tetap berkontribusi menurunkan tingkat keperluan pasien COVID-19 memerlukan perawatan di rumah sakit.

"(Dengan adanya mutasi virus yang konsisten) vaksinasi tahunan akan menjadi kewajiban, seperti flu musiman," terang Ugur. "(Namun) vaksin tetap sangat efektif mencegah infeksi parah dan kematian, tetapi mereka tidak 100 persen efektif menghentikan transmisi virus."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait