Gedung Putih mengumumkan pemerintahan Joe Biden akan melakukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Dengan demikian, tidak ada perwakilan politik AS yang dikirim ke Tiongkok.
- Elvariza Opita
- Kamis, 09 Desember 2021 - 07:57 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat Joe Biden kembali menegaskan upaya boikot diplomatik terhadap gelaran Olimpiade Musim Dingin di Beijing, Tiongkok pada 2022 mendatang. Gedung Putih menyatakan sikap ini sebagai bentuk protes pihaknya terhadap berbagai isu, terutama hak asasi manusia.
Meski demikian, Biden mengizinkan para atlet AS untuk tetap berlaga di Olimpiade Beijing bulan Februari mendatang. Hanya saja tidak akan ada pejabat AS yang menghadiri agenda tersebut sebagaimana biasanya.
"Pemerintahan Biden tidak akan mengirimkan satupun perwakilan diplomatik atau pejabat pemerintahan untuk Olimpiade dan Paralimpiade Beijing 2022," tutur Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dalam sebuah konferensi pers hari Senin (6/12) waktu setempat. "Terkait dengan genosida yang sedang berlangsung dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang dan berbagai kekerasan hak asasi lain."
"Atlet atau tim dari AS akan mendapat dukungan penuh dari kami. Kami pasti seratus persen berada di belakang mereka memberi dukungan dari rumah," imbuh Psaki, dikutip dari UPI, Selasa (7/12). "Namun kami tidak akan berkontribusi terhadap hingar-bingar permainan."
Langkah boikot diplomatik semacam ini sebelumnya sudah sempat dilakukan oleh eks Presiden AS Jimmy Carter saat Olimpiade Musim Panas 1980 di Moscow. Kala itu AS menentang invasi Rusia terhadap Afghanistan, di mana AS berujung sama sekali tidak mengirimkan atlet ke gelaran turnamen olahraga tersebut. Rusia pun membalas dengan tindakan serupa di Olimpiade MUsim Panas Los Angeles 4 tahun setelahnya.
Meski langkah boikot diplomatik ini sudah "dikode" Biden sebelumnya, namun Tiongkok tetap memberikan reaksi keras. Seperti disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, yang menentang keras ide boikot tersebut.
"Tidak akan ada yang peduli apakah politikus menghadiri Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 atau tidak," kata Zhao, dilansir dari Global Times. "Tokoh utama dari Olimpiade Musim Dingin Beijing adalah atlet-atlet dari berbagai negara, bukan politikusnya."
"Politikus-politikus yang menggaungkan boikot melakukan itu semata demi tujuan politik dan meraih perhatian. Apakah mereka akan datang atau tidak bukanlah hal penting bagi masyarakat dan tidak akan berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan Olimpiade Beijing," tegas Zhao melanjutkan.
(wk/elva)