Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Terus Bertambah, Kini Jadi 39 Jiwa
Nasional
Erupsi Semeru

Petugas hingga kini masih terus mencari korban erupsi Gunung Semeru, baik yang meninggal hingga hilang. Berdasarkan pencarian yang didapat, korban meninggal kembali bertambah.

WowKeren - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi beberapa hari lalu, hingga kini masih terus dipantau. Selain itu, petugas tim SAR gabungan juga terus mencari korban erupsi.

Sebelumnya, korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru sebanyak 34 jiwa. Kini, kembali bertambah menjadi 39 orang, dan yang belum ditemukan 13 jiwa.

Mengenai tambahan jumlah korban meninggal erupsi Gunu Semeru itu disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari. "Data korban jiwa per hari ini (Kamis, 9/12), tercatat ada korban meninggal dunia 39 orang dan hilang 13," tutur Abdul dalam keterangannya, Kamis (9/12).

Tidak hanya itu, Abdul juga menerangkan bahwa saat ini ada 6.022 warga yang mengungsi di 115 titik pos pengungsian. Untuk yang paling banyak dihuni adalah di Kecamatan Candipuro sebanyak 2.331 orang.



Sementara untuk wilayah lainnya, seperti Kecamatan Pasirian, kata Abdul, ada 983 orang. Kemudian Pronojiwo 525 orang, Tempeh 554 orang, Sumbersuko 302 orang, Lumajang 271 orang, Pasrujember 212 orang, Sukodono 204 orang, Kunir 127 orang.

Selanjutnya, di Tekung ada 67 orang, Senduro 66 orang, Padang 62 orang, Jatiroto 59 orang, Kedungjajang 50 orang, Klakah 45 orang, Yosowilangun 40 orang, Rowokangkung 37 orang, Ranuyoso 26 orang, Randuagung 24 orang, Tempusari 23 orang, dan Gucialit 14 orang.

Lebih lanjut, Abdul menuturkan erupsi Gunung Semeru juga merusak 2.970 unit bangunan dan hewan ternak sebanyak 3.026 ekor. Hewan ternak itu di antaranya adalah 764 ekor sapi, 684 ekor kambing, dan unggas lainnya sebanyak 1.578 ekor.

Sementara untuk data sementara fasilitas umum (fasum), kata Abdul, terdampak antara lain sarana pendidikan sebanyak 42 unit, sarana ibadah 17 unit, fasilitas kesehatan (faskes) 1 dan jembatan rusak 1 buah.

Menurut Abdul, saat ini BNPB mengoptimalkan operasional dapur umum untuk menambah kapasitas masakan, kebutuhan toilet portabel dan ruang lebih nyaman untuk pengungsi. Sedangkan posko masih mengidentifikasi fasilitas pendidikan yang aman dan dapat dimanfaatkan untuk pemindahan para penyintas.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts