Pada Selasa (7/12), foto dan video yang menunjukkan sejumlah mayat hangus di Desa Don Taw di wilayah Sagaing di barat laut Myanmar beredar di media sosial.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 09 Desember 2021 - 19:56 WIB
WowKeren - Tentara Myanmar diduga telah mengumpulkan dan membunuh 11 orang warga di sebuah desa. Berdasarkan keterangan warga lokal dan laporan media setempat, belasan orang tersebut ditembak dan kemudian dibakar.
Pada Selasa (7/12), foto dan video yang menunjukkan sejumlah mayat hangus di Desa Don Taw di wilayah Sagaing di barat laut Myanmar beredar di media sosial. Wilayah tersebut dilaporkan menjadi tempat pertempuran sengit antara pasukan junta dan milisi yang dibentuk oleh penentang kekuasaan militer.
Dalam keterangannya, rekaman tersebut diambil tak lama setelah para korban ditembak dan dibakar. Beberapa orang di antaranya bahkan dilaporkan masih hidup ketika dibakar.
Hal ini lantas menyulut kemarahan dan kecaman. Juru bicara Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric, menyatakan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras "pembunuhan mengerikan 11 orang" tersebut. Dujarric menyampaikan bahwa berdasarkan "laporan yang dapat dipercaya", lima dari 11 korban tewas tersebut masih anak-anak.
Sementara itu, kelompok Human Rights Watch mengatakan bahwa insiden tersebut mirip dengan serangan baru-baru ini. Mereka menduga pembunuhan tersebut sengaja dilakukan terang-terangan.
"Insiden ini cukup berani, dan itu terjadi di daerah yang dimaksudkan untuk ditemukan, dan dilihat, untuk menakut-nakuti orang," ujar Juru Bicara Human Rights Watch, Manny Maung. "Kontak kami mengatakan mereka (korban) hanyalah anak laki-laki dan anak muda penduduk desa yang ditangkap di tempat yang salah pada waktu yang salah."
Seorang saksi mata mengatakan kepada The Associated Press bahwa ada sekitar 50 tentara yang memasuki Desa Done Taw pada Selasa sekitar pukul 11 pagi. Mereka menangkap siapa saja yang tidak berhasil melarikan diri.
"Mereka menangkap 11 penduduk desa yang tidak bersalah," ujar saksi anonim tersebut. Meski tidak menyaksikan momen pembunuhan 11 orang tersebut, sang saksi yakin mereka dibakar hidup-hidup.
Saksi tersebut kemudian mengaku melihat mayat-mayat yang hangus, dan ada di lokasi kejadian pada saat foto-foto viral tersebut diambil. Namun foto-foto tersebut masih belum bisa diverifikasi secara independen.
Adapun pemerintah militer Myanmar telah membantah memiliki pasukan di wilayah tersebut.
(wk/Bert)