Erupsi Gunung Semeru Tewaskan 43 Orang, BPBD Lumajang Imbau Warga Beri Bantuan Berupa Dana
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Erupsi Semeru

Per Kamis (9/12) siang, BNPB melaporkan ada 43 korban meninggal dunia yang ditimbulkan dari erupsi Gunung Semeru. Tim gabungan pun terus melanjutkan operasi evakuasi di lokasi terdampak.

WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memberikan perkembangan terkini operasi evakuasi korban Gunung Semeru yang mengalami erupsi pada akhir pekan lalu. Sampai Kamis (9/12) siang, BNPB melaporkan ada 43 warga yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru.

"Rangkuman laporan dari tim pencarian dan pertolongan di lapangan per pukul 12.00 WIB, jumlah korban meninggal dari erupsi Gunung Semeru bertambah empat orang sehingga totalnya menjadi 43 orang," kata BNPB di laman resminya, dikutip pada Jumat (10/12). "Sementara itu, warga luka-luka ada 104 orang, yang mana sebanyak 32 orang mengalami luka berat dan 82 lainnya luka sedang."

Karena itulah, otoritas berwenang terus menambah lokasi pengungsian warga terdampak yang tersebar di banyak titik. Bantuan terus disalurkan untuk warga terdampak, termasuk berupa bantuan logistik yang dipastikan mencukupi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Indra Wibowo Leksana, melaporkan bahwa banyak pihak yang memberikan dukungan luar biasa terhadap penanganan darurat pasca erupsi Gunung Semeru. Bantuan logistik yang disalurkan begitu banyak, bahkan berlebih, hanya saja masih diperlukan manajemen yang lebih baik seperti penunjukan koordinator demi mempermudah penyiapan dan pemantauan.


"Adanya koordinator bisa memantau kira-kira kekurangan yang ada bisa diketahui dengan jelas, jenis dan jumlahnya berapa yang dibutuhkan," terang Indra. "Sehingga logistik yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan yang ada."

Pada kesempatan tersebut, Indra juga mengimbau agar bantuan logistik yang diberikan untuk warga terdampak erupsi Gunung Semeru sebaiknya berupa uang alih-alih barang. Pasalnya dana akan digunakan untuk relokasi pengungsian warga terdampak erupsi.

"Terkait dengan logistik, kami berharap untuk sementara logistik cukup banyak," paparnya. "Apabila memungkinkan bantuan tidak berupa barang, diwujudkan berupa dana. Dana ini akan dibutuhkan untuk relokasi pengungsian."

Bantuan logistik yang diberikan sebagian juga diolah untuk operasional dapur umum. "Rata-rata kami menyiapkan untuk 1.800 bungkus dan sesuai permintaan," kata Koordinator Dapur Umum Tagana Kabupaten Lumajang, Fariz, yang menambahkan bahwa makanan yang disiapkan juga diberikan untuk para relawan dan petugas di sekitar wilayah tersebut.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts