Presiden AS Joe Biden bergegas menetapkan status darurat usai angin topan meratakan wilayah Kentucky. Bencana ini bahkan diklaim sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah.
- Elvariza Opita
- Minggu, 12 Desember 2021 - 18:19 WIB
WowKeren - Bencana alam berupa angin topan menerjang Amerika Serikat pada Sabtu (11/12) waktu setempat. Bahkan fenomena ini seketika membuat Presiden Joe Biden menetapkan status darurat karena bencana tersebut diklaim sebagai "salah satu yang terbesar" dalam sejarah.
Mengutip Al Jazeera total ada 22 warga Kentucky yang telah dinyatakan meninggal dunia akibat angin topan yang terjadi. Namun angin topan yang meratakan rumah hingga gedung-gedung bisnis tersebut diperkirakan menyebabkan 100 orang meninggal dunia.
"Ini tragedi. Dan kita masih tidak tahu berapa banyak nyawa yang melayang dan seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan. Saya berjanji, apapun yang diperlukan, apapun itu, pemerintah federal akan mencari jalan untuk memenuhinya," tutur Biden yang masih bergetar dengan duka, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (12/12).
Pusaran angin yang begitu kencang tersebut menghancurkan perusahaan lilin di Mayfield, Kentucky, meratakan panti jompo di Arkansas, dan membunuh setidaknya 6 pekerja di gudang Amazon di Illnois. Bencana ini seketika menjadi sorotan karena menurut ahli cuaca bersifat tidak umum terjadi di bulan-bulan dengan suhu dingin seperti saat ini.
Gubernur Kentucky, Andy Beshear, menyatakan efek kerusakan dari angin topan tersebut adalah yang terburuk sepanjang sejarah negara bagian. Menurutnya tim evakuator baru berhasil menyelamatkan 40 pekerja dari pabrik lilin, menyisakan sekitar 110 pekerja lain terkubur di bawah puing-puing gedung.
Menurut Beshear, diperlukan keajaiban untuk bisa menemukan nyawa yang masih bisa diselamatkan dari sana. "Keputusasaan yang dialami tidak seperti yang selama ini saya lihat dan saya tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Rasanya akan ada lebih dari 100 orang yang meninggal di Kentucky (akibat angin topan ini)," ungkap Beshear dalam konferensi persnya.
Meski kemungkinan untuk selamat dinilai kecil, pemerintah AS berusaha sekuat tenaga untuk melakukan evakuasi. Apalagi karena pekerja dari pabrik lilin Mayfield masih berusaha meminta pertolongan melalui Facebook, memberi harapan bahwa masih ada nyawa yang bisa diselamatkan.
"Kami semua terjebak, tolong, siapapun, selamatkan kami," tutur Kyanna Parsons-Perez yang terkubur 1,5 meter di bawah puing-puing gedung selama sekitar 2 jam, sebelum akhirnya bisa diselamatkan. Suaranya terdengar gemetar, sedangkan rekan kerjanya bersahut-sahutan mengeluh kesakitan di belakang Parsons-Perez. "Kami di pabrik lilin di Mayfield... Tolong, siapapun, doakan kami (selamat)."
Angin topan besar yang terjadi dipicu oleh beberapa hujan badai yang terjadi beberapa malam sebelumnya. Mata badai dilaporkan terbentuk di timur laut Arkansas lalu bergerak ke Missouri, Tennessee, dan Kentucky.
Pusat Ramalan Cuaca Nasional AS mengaku menerima 36 laporan angin topan di sepanjang jalur tersebut. Guru Besar bidang Ilmu Geografis dan Atmosfer di Universitas Northern Illnois, Prof Victor Gensini, mendeskripsikan peristiwa ini sebagai akibat tingginya suhu dan kelembaban yang tidak biasa.
Kondisi itu memicu terjadinya cuaca ekstrem di waktu-waktu seperti sekarang. "Ini adalah kejadian bersejarah, kalau tidak terjadi setiap beberapa generasi," terang Gensini.
(wk/elva)