Punya 73 Juta Pengikut, Akun Twitter PM India Narendra Modi Diretas
Dunia

Pada Sabtu (11/12) malam, akun PM menekankan kepada para pengikutnya bahwa cuitan apa pun yang dibagikan selama periode akun itu diretas, sebaiknya diabaikan.

WowKeren - Peretasan akun media sosial memang menjadi masalah yang kerap terjadi. Bahkan akun milik seorang pemimpin negara pun tak luput dari serangan itu.

Seperti yang terjadi pada akun Twitter Perdana Menteri India Narendra Modi. Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa akun Twitter pribadi milik Modi sempat diretas.

Akun tersebut membuat sebuah cuitan yang menyatakan bahwa India telah mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan mendistribusikan cryptocurrency kepada warga. Namun, cuitan itu segera dihapus tak lama kemudian.

Cuitan itu juga mengatakan bahwa pemerintah India telah secara resmi membeli 500 Bitcoin dan mendistribusikannya ke semua penduduk negara itu. Unggahan tersebut juga menyertakan link penipuan.


Kejadian ini pun segera dilaporkan ke pihak Twitter sehingga akun Twitter Modi segera dapat diamankan. Pada Sabtu (11/12) malam, akun PM kemudian menekankan kepada para pengikutnya bahwa cuitan apa pun yang dibagikan selama periode akun itu diretas, sebaiknya diabaikan.

Tidak diketahui berapa lama akun yang memiliki 73 juta pengikut itu diretas. Namun, cuitan dari akun itu sempat diabadikan oleh pengguna lewat tangkapan layar. Juru bicara Twitter pun buka suara mengenai hal ini.

Dalam sebuah pernyataan, jubir itu mengatakan bahwa perusahaan segara mengambil tindakan untuk mengamankan akun setelah mengetahui adanya aktivitas tersebut. Investigasi tidak mengungkapkan tanda-tanda akun lain yang terpengaruh.

Ini bukan pertama kalinya akun Modi diretas. Sebelumnya pada 2020 lalu, peristiwa serupa pernah terjadi. Melalui serangkaian cuitan, peretas meminta pengikut untuk menyumbang ke Dana Bantuan Nasional India melalui cryptocurrency.

Juga, Modi bukan satu-satunya pemimpin negara yang mengalami hal itu. Sejumlah tokoh dunia pernah mengalami hal serupa pada Juli 2020 termasuk kandidat presiden Amerika Serikat Joe Biden, mantan Presiden AS Barack Obama dan CEO Tesla Elon Musk. Akun-akun itu diretas untuk digunakan meminta mata uang digital. Peretasan juga pernah terjadi pada akun miliarder Jeff Bezos dan salah satu pendiri Microsoft Bill Gates.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait