Alur 'The Red Sleeve' Mulai Bikin Kecewa, Netizen Korea Kritik Masalah Ini
MBC
TV

Baru-baru ini drama MBC 'The Red Sleeve' menuai banyak kritik dari netizen Korea Selatan. Simak masalah dan tanggapan lengkapnya dalam berita di bawah ini.

WowKeren - Drama MBC "The Red Sleeve" berhasil mencuri hati penggemar karena jalan ceritanya yang sangat menarik. Drama ini bahkan disebut-sebut sebagai proyek kebangkitan MBC karena berhasil mencetak rating tinggi hingga lebih dari 10 persen.

Sayangnya, drama yang dibintangi oleh Lee Se Young dan Junho 2PM ini mendadak jadi sasaran kebencian. Alasan utamanya adalah karena berkurangnya proporsi romansa Putra Mahkota Yi San (Junho) dan Seong Deok Im (Lee Se Young) serta kemunculan Istana Gwanghan yang bahkan tidak ada di novel aslinya.

Sebagaimana diketahui, "The Red Sleeve" didasarkan dari novel dengan judul serupa yang mengangkat kisah cinta Raja Jeongjo dengan Selir Seong Ui Bin. Romansa mereka bahkan dianggap sebagai kisah cinta terbaik dari Dinasti Joseon karena dipenuhi dengan ketulusan.

Alur "The Red Sleeve" menjadi semakin menarik karena menghadirkan pertanyaan, "Raja mencintai wanita istana, namun apakah wanita istana juga mencintai raja?". Hal ini dikarenakan Selir Seong Ui Bin dikenal sebagai "wanita istana yang menolak lamaran Raja hingga dua kali".

Namun romansa antara Yi San dan Seong Deok Im mulai berkurang saat "The Red Sleeve" memasuki paruh kedua drama. Kini, tim produksi lebih fokus pada elemen politik dengan menghadirkan organisasi rahasia wanita istana bernama Istana Gwanghan yang berniat untuk menjatuhkan Yi San.

Meski tidak ada dalam novel aslinya, konspirasi para anggota Istana Gwanghan terus muncul sejak episode 8. Padahal, drama ini membutuhkan perkembangan cepat tentang cara Yi San menjadi Raja Jeongjo, proses Seong Deok Im menjadi selir hingga kematiannya saat mengandung anak ketiga.


Alur Drama Junho dan Lee Se Young \'The Red Sleeve\' Dianggap Rusak Novel Aslinya

Source: MBC

Tentu saja, elemen konflik yang tepat akan meningkatkan ketegangan dalam drama serta memperdalam hubungan antar karakter utama. Namun karena peran tokoh utama dan pendukung tampak berbalik, penggemar setia "The Red Sleeve" mulai meragukan kemampuan penulis.

Penggemar kecewa karena penulis lebih menekankan peristiwa politik alih-alih romansa antara Yi San dan Seong Deok Im. Alhasil, papan buletin penonton "The Red Sleeve" dibanjiri dengan protes.

"Aku ingin berhenti menonton cerita dari Ketua Pengadilan Lady Jo (Ketua Istana Gwanghan)," ujar seorang netizen. "Tolong fokus saja pada Jeongjo dan Deok Im," imbuh netizen yang lain.

"Aku muak dengan Istana Gwanghan," sahut yang lain. "Bahkan karakter utama Yi San hanya muncul selama 17 menit..." pungkas netizen lainnya.

Sementara itu, "The Red Sleeve" akan menambah satu episode untuk membalas dukungan pemirsa dan menyampaikan cerita yang lebih lengkap. Namun detail tentang Istana Gwanghan menimbulkan kecurigaan bahwa perpanjangan episode bukan untuk meningkatkan "kelengkapan cerita" namun karena "keberhasilan drama".

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait