Stok Menipis, Warga Australia Terancam Kehabisan Pohon Natal Jelang Perayaan
Flickr/enviro warrior
Dunia

Para petani yang biasa menumbuhkan pohon natal merasa kesulitan dengan melonjaknya permintaan akan pohon pinus asli dan kelangkaan karena faktor lingkungan.

WowKeren - Sejumlah wilayah di belahan dunia tengah bersiap untuk merayakan Hari Raya Natal. Salah satu ikon khas yang identik dengan perayaan ini adalah pohon natal.

Namun sayangnya, Australia harus menghadapi ancaman. Warga yang belum membeli diminta untuk bergegas atau jika tidak, mereka akan benar-benar kehabisan.

Masalah kurangnya stok pohon natal ini tampaknya paling parah terjadi di Victoria. Sejumlah pelanggan dilaporkan terpaksa memesannya di berbagai sumber sebelum akhirnya bisa mendapatkannya.

Para petani mengatakan jika kejadian ini bisa jadi dialami di seluruh Australia. Para petani yang biasa menumbuhkan pohon natal merasa kesulitan dengan melonjaknya permintaan akan pohon pinus asli dan kelangkaan karena faktor lingkungan.

Namun sejatinya, masalah ini sebenarnya berakar kembali ke 1-2 tahun lalu. Kebakaran hutan dibarengi dengan larangan perjalanan COVID-19 membuat lebih banyak orang Australia menghabiskan waktu natal di rumah dan mencari pohon yang sempurna untuk merayakannya.


Alex Costa, pemilik Peternakan Pohon Natal Victoria di Ballarat, mengatakan bahwa dia harus menolak beberapa permintaan dari pedagang grosir. Ia memperkirakan bisa menjual setidaknya 2.500 pohon tambahan tahun ini jika pasokan tersedia.

"Permintaan telah melonjak," katanya. "Saya harus menolak banyak pembeli grosir potensial, hanya karena saya berjuang untuk menyimpan yang saya miliki sekarang."

Salah satu bisnis yang disuplai Costa adalah toko The Fruitmen di Cheltenham. Pemilik, Roy Petherick, menyatakan sekarang sudah kehabisan pohon ikonik itu.

"Kami sudah kehabisan stok," ujarnya. "Saya punya tiga pohon yang tersisa padahal biasanya saat ini saya akan punya sekitar 50 atau 60 pohon untuk dijual."

Menurutnya, pembeli yang saat ini santai menunggu hingga seminggu mendekati hari-H tampaknya akan kehabisan. "Orang-orang yang membeli pohon mereka sampai seminggu sebelum natal akan berada dalam masalah besar," lanjutnya.

Costa menjelaskan bahwa kebakaran hutan yang terjadi pada tahun 2019-2020 turut menjadi penyebabnya. "Kebakaran di NSW merobohkan banyak perkebunan pinus mereka dan juga Queensland dengan cuaca tropis sehingga mereka tidak dapat menanamnya. Jadi banyak petani di sini membantu mereka," jelasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait