Majalah Time mengakui jika ambisi Elon Musk terhadap perjalanan antarplanet menjadikannya sebagai seseorang yang pengaruhnya melampaui kehidupan di Bumi.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 14 Desember 2021 - 14:20 WIB
WowKeren - Pada Senin (13/12) Majalah Time telah memberikan penghargaan kepada miliarder Elon Musk sebagai Person of The Year. Musk, yang juga merupakan tokoh populer dalam dunia bisnis dianggap telah memberikan banyak pengaruh, tak hanya untuk kehidupan di Bumi namun juga berpotensi di luarnya.
Majalah Forbes sendiri menempatkan Musk di peringkat kedua dalam Daftar Orang Terkaya Dunia. Ia diperkirakan memiliki kekayaan bersih mencapai 270 miliar dolar AS. Musk telah dikenal sebagai pendiri dan CEO produsen roket SpaceX dan CEO pembuat kendaraan listrik Tesla, di antara banyak perusahaan lainnya.
Pemimpin Redaksi dan CEO Time Edward Felsenthal kemudian membeberkan alasan mereka mendapuk Musk dengan gelar tersebut. Pemilihan Musk untuk Person of the Year, dikatakannya tak lepas dari penilaian bahwa ia "tidak hanya sebagai orang terkaya di dunia tetapi juga mungkin sebagai contoh terkaya dari perubahan besar-besaran dalam masyarakat" di mana momentum untuk membuat kemajuan adalah bergerak dari "lembaga tradisional" seperti pemerintah ke individu.
Ia mengakui jika ambisi Musk terhadap perjalanan antarplanet menandainya sebagai seseorang yang pengaruhnya melampaui kehidupan di Bumi hingga berpotensi kehidupan di luar Bumi juga. Sebab pada umumnya perjalanan antarplanet merupakan suatu prestasi yang biasanya hanya diimpikan oleh presiden dan negara.
"Untuk menciptakan solusi bagi krisis eksistensial," lanjutnya. "Untuk mewujudkan kemungkinan dan bahaya zaman raksasa teknologi, untuk mendorong transformasi masyarakat yang paling berani dan mengganggu, Elon Musk adalah Person of the Year 2021 versi Time."
Dalam cerita sampul majalah, Musk digambarkan sebagai "seorang Afrika Selatan pemalu dengan sindrom Asperger, yang lolos dari masa kecil yang brutal dan mengentaskan diri dari tragedi pribadi" untuk sekarang bisa menjadi tokoh yang berpengaruh di pemerintah dan industri "dengan kekuatan ambisinya".
"Bagi Musk, kekayaannya yang besar hanyalah efek samping dari kemampuannya," kata para penulis. "Tidak hanya untuk melihat tetapi juga melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain, di mana itu membutuhkan taruhan."
(wk/zodi)