Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In, meyakini pada prinsipnya Korea Utara sudah sepakat dengan rencana perdamaian di antara kedua negara, dengan syarat satu hal berikut.
- Elvariza Opita
- Selasa, 14 Desember 2021 - 14:48 WIB
WowKeren - Presiden Korea Selatan Moon Jae-In meyakini bahwa pada prinsipnya Korea Utara juga menyepakati perdamaian di Semenanjung Korea. Bahkan bukan hanya kedua Korea, Moon juga meyakini keinginan berdamai ini juga diamini oleh Tiongkok dan Amerika Serikat.
Moon meyakini keempat negara pada prinsipnya siap mendeklarasikan akhir dari Perang Korea yang sudah berjalan selama 70 tahun. Pasalnya pada 1953 silam, Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata alih-alih perjanjian damai yang tentu masih berpotensi dihadapkan dengan ketidakstabilan politik.
Namun Moon mengungkap kendala utama yang dihadapi demi mewujudkan perdamaian ini. Yakni Korut yang menginginkan perjanjian damai diawali dengan mengakhiri 'sikap permusuhan' AS terhadap Pyongyang.
"Karena itulah, kami belum bisa duduk untuk bernegosiasi terkait deklarasi (perdamaian) antara Korea Selatan dan Utara, maupun antara Korea Utara dengan Amerika Serikat," jelas Moon dalam konferensi persnya bersama Perdana Menteri Australia Scott Morrison, dikutip dari The Guardian, Selasa (14/12). "Dan kami harap pembicaraan ini bisa segera diinisasi. Kami sedang berusaha untuk mewujudkannya."
Moon menilai, perlu untuk segera mengakhiri gencatan senjata yang "tidak stabil" yang sudah berlangsung selama 7 dekade. Deklarasi perdamaian yang digagas Moon pun, menurutnya, bisa meningkatkan prospek terobosan program senjata nuklir yang dikerjakan Pyongyang.
"Ini bisa membantu kami memulai negosiasi denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea," tutur Moon. "Ini sangat penting di garda terdepan juga."
Hal senada turut diungkapkan Menteri Persatuan Korsel, Lee In-Young. Deklarasi damai yang diusulkan pihaknya bisa menjadi titik balik untuk fase baru perdamaian di Semenanjung Korea, karena itulah ia mendesak Korut untuk menerima permintaan dialog dari Korsel.
"Korea Utara tampaknya menunjukkan sikap lebih terbuka dengan dialog dibanding sebelumnya," ujar Lee kepada kantor berita Yonhap. "Korea Utara sudah menembakkan beberapa rudal jarak pendek tahun ini, tapi itu tidak memperburuk situasi hingga meningkatkan ketegangan ke tingkat yang tinggi."
(wk/elva)