Dengan tingkat kemanjuran vaksin COVID-19 yang belum maksimal melawan varian Omicron, ada beberapa langkah lain yang bisa dipertimbangkan sebagai alternatif seperti berikut.
- Elvariza Opita
- Selasa, 14 Desember 2021 - 16:27 WIB
WowKeren - Peneliti Universitas Oxford, Inggris menemukan bahwa penerima dosis penuh kedua jenis vaksin berikut tidak memiliki cukup antibodi untuk melawan COVID-19 Omicron. Kedua jenis vaksin yang diteliti adalah Pfizer dan AstraZeneca, yang membandingkan kemanjuran kedua jenis vaksin dalam melawan COVID-19 Omicron serta varian lain.
Peneliti mengumpulkan lebih dari 2 lusin sampel darah relawan yang sudah menerima vaksinasi COVID-19 dosis penuh menggunakan kedua merek tersebut. Darah mereka kemudian "dipertemukan" dengan varian Omicron untuk melihat efektivitasnya, yang kemudian disimpulkan sebagai "adanya penurunan substansial dalam menetralisir varian Omicron".
"Ini bisa membawa lonjakan kasus positif pada individu yang sebelumnya sudah terinfeksi atau menerima dosis penuh vaksin, yang tentu saja bisa menyebabkan terjadinya gelombang infeksi," ujar para ilmuwan dalam karya ilmiah yang dipublikasikan di MedRxiv, dikutip pada Selasa (14/12). "Walau belum ada bukti soal peningkatan potensi (varian Omicron) menyebabkan keparahan gejala, tingkat keterisian rumah sakit, dan kematian."
Namun efektivitas vaksin ini bisa ditingkatkan dengan penyuntikan dosis ketiga alias booster. "Data ini bisa digunakan untuk mengembangkan vaksin atau strategi vaksinasi, untuk menentukan langkah terbaik dalam melindungi populasi," jelas Kepala Divisi Ilmu Kesehatan Universitas Oxford, Gavin Screaton.
Screaton mendorong masyarakat untuk mengambil tawaran vaksinasi dosis booster demi meningkatkan perlindungan atas varian Omicron. Meski hingga kini belum ada bukti varian tersebut menyebabkan keparahan gejala dan semacamnya, namun masyarakat harus tetap waspada karena tingginya keterisian rumah sakit bisa membebani sistem kesehatan yang selanjutnya memiliki efek domino.
Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa sejauh ini vaksinasi adalah upaya terbaik mencegah lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron. Namun mengutip The Guardian, ada beberapa langkah lain yang bisa dilirik untuk mengantisipasi varian yang semula menyebar di Afrika Selatan dan negara-negara tetangganya ini.
Media The Guardian merujuk pada langkah-langkah antisipasi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk dianalisis lebih lanjut. Dari lima opsi yang dicantumkan, upaya mitigasi terbaik yang bisa dipertimbangkan adalah lockdown, alias membatasi jumlah orang yang berkumpul hingga menempatkan larangan kuat untuk warga meninggalkan rumah.
"Berkurangnya kontak bisa mengurangi penyebaran virus. Ini memberi waktu bagi masyarakat untuk mendapatkan dosis penguat (booster) dan menurunkan potensi banyaknya pasien COVID-19 yang memerlukan perawatan di rumah sakit," tutur The Guardian.
Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan sesuai dengan urutan efektivitasnya adalah kewajiban karantina bagi semua kontak dekat pasien COVID-19, penutupan lokasi-lokasi keramaian dalam ruangan seperti restoran dan bar, hingga penutupan sementara sekolah. Lalu opsi lain yang efektivitasnya lebih rendah adalah penetapan jaga jarak sosial di tempat umum hingga paspor COVID-19 yang mencantumkan status vaksinasi.
(wk/elva)