NASA diketahui telah meluncurkan wahana antariksa bernama Parker Solar Probe pada tahun 2018 silam dengan misi melakukan pengamatan terhadap korona terluar Matahari.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 15 Desember 2021 - 11:25 WIB
WowKeren - Sebuah pesawat ruang angkasa NASA telah secara resmi "menyentuh" matahari. Pesawat tersebut terjun melalui atmosfer matahari yang belum dijelajahi yang dikenal sebagai korona. Hal ini diumumkan oleh para ilmuwan dalam pertemuan American Geophysical Union pada Selasa (14/12).
NASA diketahui telah meluncurkan wahana antariksa bernama Parker Solar Probe pada tahun 2018 silam dengan misi melakukan pengamatan terhadap korona terluar Matahari. Parker Solar Probe lantas berhasil terbang melalui korona pada bulan April selama pendekatan ke-8 pesawat ruang angkasa tersebut ke matahari.
Hal ini baru diumumkan sekarang karena para ilmuwan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mendapatkan data dan beberapa bulan lagi untuk mengkonfirmasinya. "Sangat menarik," ujar ilmuwan proyek Nour Raouafi dari Universitas Johns Hopkins.
Menurut Raouafi, korona tampak lebih berdebu dari yang diperkirakan. Ia menjelaskan bahwa kunjungan koronal di masa depan akan membantu ilmuwan lebih memahami asal usul angin matahari dan bagaimana angin itu dipanaskan dan dipercepat ke luar angkasa.
Karena matahari tidak memiliki permukaan padat, korona adalah tempatnya. Menjelajahi wilayah yang sangat kuat secara magnetis ini dari dekat dapat membantu para ilmuwan lebih memahami ledakan matahari yang dapat mengganggu kehidupan di Bumi.
Kala pertama kali melintasi batas bergerigi dan tidak rata antara atmosfer matahari dan angin matahari yang keluar, Parker Solar Probe berada di jarak 13 juta kilometer dari pusat matahari. Menurut para ilmuwan, pesawat ruang angkasa tersebut telah masuk dan keluar dari korona setidaknya tiga kali, masing-masing transisi yang mulus.
"Waktu pertama dan paling dramatis kami berada selama sekitar di bawah lima jam," kata Justin Kasper dari Universitas Michigan kepada wartawan. "Anda mungkin berpikir lima jam, itu kedengarannya tidak besar."
Meski demikian, ia mencatat bahwa Parker Solar Probe bergerak sangat cepat sehingga mampu menempuh jarak yang sangat jauh selama waktu itu, melaju dengan kecepatan lebih dari 100 kilometer per detik.
Sementara itu, data awal menunjukkan bahwa Parker Solar Probe juga masuk ke dalam korona selama pendekatan kesembilannya pada bulan Agustus lalu. Tetapi para ilmuwan mengatakan diperlukan lebih banyak analisis.
Parker Solar Probe telah melakukan pendekatan yang ke-10 bulan lalu. Pesawat tersebut akan terus mendekat ke matahari dan menyelam lebih dalam ke korona sampai orbit terakhirnya pada tahun 2025.
(wk/Bert)