Inggris dan Australia Kompak 'Berteman' dengan COVID-19: Hapus Red List-Izinkan Pelajar Asing Masuk
AP
Dunia

Inggris menghapus Afrika Selatan dan 10 negara tetangganya dari red list, sementara Australia mengizinkan pelajar asing masuk meski di tengah ancaman COVID-19 varian Omicron.

WowKeren - Keberadaan virus Corona varian Omicron (B.1.1.529) membuat beberapa negara langsung menerapkan pembatasan aktivitas ketat. Termasuk Inggris yang langsung memasukkan 11 negara di selatan Afrika ke dalam red list.

Namun per Rabu (15/12) waktu setempat, Inggris resmi menghapus 11 negara itu dari red list. Termasuk di antaranya adalah Angola, Botswana, Eswatini, Lesotho, Malawi, Mozambique, Namibia, Nigeria, Afrika Selatan, Zambia, dan Zimbabwe.

Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid, menilai varian Omicron sudah berkembang begitu luas sehingga pembatasan seperti red list sudah tidak terlalu efektif. "Sekarang (bahkan) sudah ada transmisi lokal varian Omicron di Inggris dan Omicron juga sudah berkembang luas di seluruh penjuru dunia," kata Sajid kepada parlemen.

"Red list sudah tidak terlalu efektif dalam membendung Omicron dari luar negeri. Sekarang kita akan mempertahankan pembatasan perjalanan yang ada, namun kita akan menghapus 11 negara dari red list secara efektif mulai besok pukul 4 pagi." imbuh Sajid yang menyampaikannya pada Selasa (14/12).


Pelonggaran serupa juga dilakukan oleh Australia. Sebelumnya diketahui Australia berencana untuk mengizinkan masuk migran berpengalaman dan pelajar luar negeri dengan syarat utama sudah divaksin. Australia berharap kebijakan ini bisa mendorong roda ekonomi yang terhenti akibat wabah COVID-19.

Rencana ini sempat ditangguhkan karena beredarnya virus Corona varian Omicron. Namun per Rabu (15/12), Australia membuka kembali perbatasan negaranya untuk keperluan pelajar dan migran berpengalaman asing tersebut.

"Kita akan hidup dengan virus, dan kita tidak akan membiarkan ini (varian Omicron) kembali ke posisi kita sebelumnya," ujar Perdana Menteri Australia Scott Morrison kepada radio 4BC. "Cakupan vaksinasi COVID-19 kita adalah salah satu yang tertinggi di dunia, artinya kita bisa menghadapi ini. Kita tidak boleh menyerah karenanya."

Diketahui saat ini cakupan vaksinasi COVID-19 di Australia mencapai 90 persen di kelompok usia 16 tahun ke atas. Australia juga mempercepat vaksinasi dosis penguat atau booster demi mengantisipasi varian Omicron.

Morrison lantas mencontohkan dirinya yang kembali beraktivitas setelah dipastikan negatif usai berkontak dengan pasien positif COVID-19. "Seperti inilah hidup dengan virus," pungkas Morrison.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait