WHO Rilis Rekomendasi Sementara Terkait 'Mencampur' Vaksin COVID-19
AFP/Patrick T. Fallon
Dunia

Untuk saat ini, WHO berfokus pada vaksinasi COVID-19 campuran yang menggabungkan beberapa platform vaksin. Misalnya vaksin vektor dan kemudian diikuti vaksin berbasis mRNA.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi sementara untuk "mencampur" dosis Vaksin COVID-19 dari produsen yang berbeda untuk dosis kedua dan suntikan booster. Rekomendasi sementara ini dirilis pada Kamis (16/12).

"WHO, dengan dukungan SAGE (Kelompok Ahli Penasehat Strategis) dan Kelompok Kerja Vaksin COVID-19, sedang meninjau bukti yang muncul tentang penggunaan jadwal vaksinasi heterolog (juga dikenal sebagai jadwal vaksinasi campuran)," demikian kutipan rekomendasi tersebut.

Rekomendasi sementara ini berkaitan dengan vaksinasi campuran primer dan vaksinasi campuran booster. Dalam vaksinasi campuran primer, produk vaksin yang digunakan untuk dosis kedua berbeda dari yang digunakan untuk dosis pertama. Sedangkan dalam vaksinasi campuran booster, produk vaksin yang digunakan dalam suntikan tambahan berbeda dari yang digunakan sebelumnya.

Untuk saat ini, WHO berfokus pada vaksinasi campuran yang menggabungkan beberapa platform vaksin. Misalnya vaksin vektor dan kemudian diikuti vaksin berbasis mRNA.


WHO menyatakan bahwa tergantung pada ketersediaan, vaksin berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat digunakan sebagai dosis berikutnya setelah suntikan Vaksin AstraZeneca. Hal sebaliknya juga dapat dilakukan, yakni Vaksin AstarZeneca diberikan setelah penyuntikan Vaksin Pfizer atau Moderna. Menurut WHO, AstraZeneca dan vaksin mRNA mana pun juga bisa diberikan setelah dosis awal Vaksin Sinopharm.

Alasan umum untuk mempertimbangkan "mix-and-match" Vaksin COVID-19 ini adalah kurangnya ketersediaan produk vaksin yang sama di situasi dengan persediaan terbatas atau tidak terduga. Alasan lainnya antara lain untuk mengurangi reaktogenisitas, meningkatkan imunogenisitas, dan meningkatkan efektivitas vaksin.

Panduan tersebut telah dikembangkan berdasarkan saran dari SAGE WHO tentang vaksin awal bulan ini. Rekomendasi sementara tersebut muncul setelah sebuah penelitian besar pekan lalu mengatakan dosis pertama suntikan AstraZeneca atau Pfizer/BioNTech diikuti dengan vaksin Moderna sembilan minggu kemudian menginduksi respons imun yang lebih baik.

Meski demikian, WHO mengatakan bahwa "mix-and-match" vaksin ini harus mempertimbangkan proyeksi pasokan, aksesibilitas serta manfaat dan risiko vaksin Covid-19 yang digunakan. WHO akan meninjau rekomendasi tersebut ketika lebih banyak data tersedia.

Sebagai informasi, banyak negara yang sudah mulai melakukan "mix-and-match" vaksinasi COVID-19. Beberapa alasannya adalah menghadapi lonjakan jumlah infeksi COVID-19, persediaan yang rendah, dan imunisasi yang lambat karena beberapa masalah keamanan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait