Status Semeru Naik ke Level Siaga, Seluruh Aktivitas di Area 13 Km Dari Puncak Diminta Disetop
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Erupsi Semeru

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta agar seluruh aktivitas di area sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru dihentikan lantaran awan panas guguran masih berpotensi terjadi.

WowKeren - Status Gunung Semeru di Jawa Timur dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga sejak Kamis (16/12) malam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) lantas meminta agar seluruh aktivitas di area sejauh 13 kilometer dari puncak Semeru dihentikan.

Kepala PVMBG, Andiani, menjelaskan bahwa langkah tersebut diperlukan lantaran awan panas guguran masih berpotensi terjadi. Menurutnya, peningkatan status Gunung Semeru diiringi dengan perluasan area cakupan terdampak material vulkanik di wilayah tenggara yang meluas ke sisi barat dan timur dari jalur aliran lava utama di Besuk Kobokan.

"Masih ada potensi terjadinya APG dan gempa-gempa di permukaan," tutur Andiani, Jumat (17/12). "Kami meminta agar seluruh aktivitas masyarakat di sisi tenggara hingga Besuk Kobokan ditiadakan untuk sementara waktu."

Lebih lanjut, Andiani menjelaskan bahwa upaya penanganan bencana APG Semeru seperti pembersihan material vulkanik, pembukaan jalan, hingga evakuasi masih memungkinkan untuk dilakukan. Hanya saja seluruh tim yang bertugas diharuskan untuk selalu berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Semeru.


"Rescue terbatas masih dimungkinkan namun tetap harus berkoordinasi dengan pos pantau," paparnya. "Upaya-upaya pemulihan lainnya masih memungkinkan namun terbatas dan harus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api."

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa penanganan bencana erupsi Semeru kini berfokus pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal ini dilakukan usai fase pencarian korban dihentikan.

"Mulai dari hari ke-9 ini tim di lapangan tidak lagi menemukan tambahan jasad korban yang ditemukan di lokasi kejadian. Sehingga per kemarin dari Basarnas sudah menetapkan penghentian pencarian korban secara official, tetapi untuk upaya pencarian itu sendiri itu tidak dihentikan," ujar Penjabat Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers. "Jadi, (saat ini sedang) berjalan menuju fase awal rehab-rekon. Akan ada kegiatan pemulihan alur sungai. Ini juga berbarengan dengan pencarian korban yang belum ditemukan."

Per 16 Desember 2021, tercatat ada 48 korban jiwa pasca erupsi Semeru. Sedangkan jumlah pengungsi bertambah menjadi 10.571 orang yang tersebar di 203 titik pengungsian.

"Ini yang menjadi fokus perhatian kita saat ini dan ke depan kita harapkan bahwa masyarakat terdampak di pengungsian tidak terlalu lama di tempat pengungsian. Jadi proses saat ini mulai bergeser dari fokus pencarian korban ke fase awal pemulihan di mana pemetaan dan pembersihan lahan sudah mulai dilakukan dan akan dimatangkan sehingga proses pembangunan hunian sementara bisa berjalan dengan efektif," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts