Perdana Menteri Prancis Jean Cartex misalnya, menyebut Omicron menyebar secepat kilat dan memperkirakannya akan menjadi menjadi strain dominan di negaranya dari awal tahun 2022.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 18 Desember 2021 - 11:17 WIB
WowKeren - COVID-19 Varian Omicron kini tengah menjadi kekhawatiran banyak negara di dunia. Perdana Menteri Prancis Jean Cartex misalnya, menyebut Omicron menyebar "secepat kilat" dan memperkirakannya akan menjadi menjadi strain dominan di negaranya dari awal tahun 2022.
Castex menyatakan bahwa masih ada banyak hal yang belum diketahui tentang Omicron, namun varian tersebut tampaknya tidak lebih berbahaya daripada Delta. Ia menambahkan bahwa data yang tersedia menunjukkan bahwa cakupan vaksinasi lengkap dengan dosis booster dapat memberikan perlindungan yang baik terhadap bentuk penyakit yang parah.
Lebih lanjut, Castex mengungkapkan bahwa masyarakat akan bisa menerima dosis tambahan alias booster vaksin COVID-19 empat bulan setelah dosis kedua mereka. Castex juga menyatakan bahwa pemerintah akan mengumumkan kebijakan baru untuk mengatasi orang-orang yang tidak divaksinasi mulai tahun depan.
"Sementara kami telah memberikan waktu, banyak waktu untuk orang-orang Prancis yang ragu-ragu. Pada bulan Januari kami akan memperkuat insentif untuk vaksinasi, karena tidak dapat diterima bahwa penolakan beberapa juta orang Prancis untuk divaksinasi menempatkan kehidupan seluruh negara dalam bahaya," ujarnya.
Sementara itu, Varian Omicron juga membawa dampak besar di Amerika Serikat (AS). Perusahaan-perusahaan besar AS kini menarik kembali rencana mereka untuk kembali menerapkan bekerja dari kantor (work from office/WFO) akibat penyebaran cepat varian Omicron di seluruh Amerika.
Pengusaha yang berencana untuk memanggil pekerja jarak jauh kembali ke kantor di tahun baru sekarang menghentikan upaya tersebut. Google Alphabet, Meta, Apple, Uber, Lyft, Ford, DoorDash, DocuSign, dan Fidelity adalah beberapa perusahaan yang menunda rencana WFO kembali.
Lewat sebuah memo, CEO Apple, Tim Cook, mengatakan kepada karyawan bahwa sistem WFO yang sedianya dijadwalkan pada 1 Februari 2022 kini ditunda hingga "waktu yang belum ditentukan". Cook menawarkan bonus USD 1.000 atau setara Rp 14,3 juta kepada karyawan untuk membantu meningkatkan tempat kerja mereka di rumah.
Sementara itu, Google dan Uber termasuk di antara yang pertama dalam mengumumkan penundaan tidak terbatas pada awal Desember setelah menjadwalkan rencana WFO kembali awal Januari. Google berencana untuk membuka kembali kantor sepenuhnya selambat-lambatnya 10 Januari, tetapi sekarang telah menunda tenggat waktu itu tanpa batas waktu. Namun kantor Google di beberapa tempat telah dibuka kembali.
Sedangkan Meta berencana untuk membuka awal tahun 2022, namun kini pekerjanya kemungkinan baru bisa kembali pada akhir Juni 2022. Janelle Gale selaku Wakil Presiden Sumber Daya Manusia Meta mengatakan, "beberapa belum siap untuk kembali".
"Ini dibenarkan, mengingat peningkatan yang telah kami lihat dalam kasus-kasus," kata Bradford Bell, direktur Pusat Studi Sumber Daya Manusia Tingkat Lanjut di Sekolah ILR Universitas Cornell.
(wk/Bert)