Sederet Merek Tarik Iklan Dari 'Snowdrop' Akibat Dugaan Kontroversi Penyimpangan Sejarah
Instagram/disneyplushotstarid
TV

Sejauh ini, petisi yang dilayangkan oleh publik terutama netizen Korea Selatan terus menjadi perbincangan hangat agar penayangan drama 'Snowdrop' ditanggungkan hingga membuat sederet merek iklan turut mengambil tindakan.

WowKeren - Sejak penayangan drama "Snowdrop", reaksi tidak terduga yang ditimbulkan publik beraneka ragam baik itu tanggapan positif hingga negatif. Dengan pengerjaan proses produksi yang cukup lama, drama ini kembali diterpa kontroversi.

Pada Sabtu (18/12), "Snowdrop" telah menayangkan secara perdana episode pertamanya. Setelah penayangannya, drama ini justru menuai aksi protes dari netizen Korea Selatan yang menganggap adanya distorsi sejarah atau adanya penyimpangan mengenai hal itu.

Sebuah petisi telah diajukan melalaui Blue House untuk menangguhkan penayangan "Snowdrop" dan kini telah ditandatangani oleh lebih dari 200 ribu tanda tangan. Akibat hal itu, beberapa produk iklan yang telah bekerja sama "Snowdrop" turut mengambil sikap.

Produk-produk tersebut di antaranya seperti Teazen (produk teh, tanpa sponsor langsung hanya mengekspos iklan drama), Dopyoungyo (tembikar), Ganisong (mode) , Ssarijai (kue beras), Hans Plus (pusat perbelanjaan). Lewat Instagram resmi Ganisong telah mengunggah permintaan maaf kepada publik yang sudah terluka atas drama yang diduga melakukan distorsi sejarah ini.

Ganisong bercerita dalam permintaan sponsor awal mereka hanya menerima informasi tentang sutradara dan penulis "SKY Castle" bahwa produknya akan dipakai sang pemeran utama, Jisoo Black Pink. Sesuai dengan perannya, Jisoo memerankan karakter yang merupakan seorang mahasiswa populer tahun 1980-an. Akan tetapi, pihak produksi mode itu tidak diberi info mengenai sinopsis dramanya.


Diketahui bahwa pihak Ganisong telah mengajukan penghapusan produknya. Namun, karena dramanya 100% pre-produksi maka tidak bisa sepenuhnya dihapus dan hanya bisa dikurangi kemunculannya.

Kemudian produk iklan Dopyoungyo juga melakukan hal yang sama dengan meminta maaf kepada publik. "Perusahaan kami masih kecil jadi sumber daya manusia juga terbatas dan menyebabkan pengecekan permintaan sponsor tidak bisa mendetail. Kami telah meminta penghapusan produk dan kami meminta maaf karena menimbulkan kegaduhan," tulis pihak produk tembikar.

"Kami hanya tau judul dan nama para cast tanpa diberitahu apa isi dramanya. Setelah mendengar adanya penyimpangan sejarah dan meromantitasis NSA, kami langsung meminta penanggungjawab sponsor untuk menariknya. Sponsor telah ditarik namun karena editing sudah sampai episode 12, logo produk kami sulit untuk dihilangkan. Kami minta maaf karena menjadi sponsor drama yang kemungkinan besar menyimpang sejarah," ungkap perwakilan Ssarijai.

Sedangkan produk Hans Plus juga meminta maaf dan mengaku jika pihaknya baru mengetahui mengenai hal ini setelah tayang episode perdananya. Pihak Hans Plus juga telah meminta penghentian sponsor produk dari episode selanjutnya sebagai tindakan.

Sementara itu, menurut petisi Blue House yang baru ini, episode perdana drama tersebut menampilkan pemeran utama wanita yang secara keliru menyelamatkan mata-mata dari gerakan pro-demokrasi. Selanjutnya, ketika sub-pemimpin laki-laki dari Badan Perencanaan Keamanan Nasional mengejar mata-mata yang diperankan oleh pemeran utama laki-laki, drama itu memainkan lagu bersejarah yang digunakan untuk melambangkan gerakan pro-demokrasi.

(wk/taki)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait