Pertama Kali Dalam 13 Tahun, Badan Antariksa Jepang Mulai Merekrut Astronot
Unsplash/The New York Public Libra
Dunia

Sudah banyak negara yang diketahui merencanakan penerbangan ke luar angkasa. Kali ini, untuk pertama kali dalam 13 tahun, Jepang akan mulai merekrut astronot.

WowKeren - Sejumlah negara diketahui tengah mengembangkan pesawat antariksa yang membawa astronot meluncur ke planet selain bumi. Kali ini, untuk pertama kalinya dalam 13 tahun, Badan Antariksa Jepang diketahui mulai Senin (20/12), merekrut astronot baru untuk melaksanakan misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan berpartisipasi dalam program eksplorasi bulan yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Melansir Kyodo News, Japan Aerospace Exploration Agency sendiri memiliki tujuan untuk menyelesaikan perjalanan rekrutmen pada Februari 2023, menerima aplikasi hingga 4 Maret tahun 2022 mendatang. Nantinya, menurut JAXA, pelamar terpilih akan mengikuti penyaringan awal melalui empat putaran ujian.

Lebih lanjut, rincian mengenai rekrutmen astronot di Jepang itu tersedia di situs web JAXA. Meski tidak mencari pelamar yang memiliki pengalaman di bidang luar angkasa atau bidang terkait, tetapi JAXA mencari pelamar yang setidaknya memiliki pengalaman kerja tiga tahun pada akhir Maret 2022.


"Kami ingin pelamar menunjukkan kepada kami pengalaman kerja mereka terlepas dari bentuk pekerjaan apakah itu pekerjaan tetap, pekerjaan kontrak, wirausaha atau pekerjaan penelitian," bunyi pernyataan agensi di dalam situs webnya, dilansir dari Kyodo News, Senin (20/12).

Sementara itu, sebelumnya, miliarder asal Jepang Yusaku Maezawa berkelana ke luar angkasa dengan kapsul Soyuz Rusia pada 8 Desember 2021 lalu. Hal ini lantas diketahui menjadi misi pertama penerbangan ke luar angkasa yang didanai oleh diri sendiri dalam kurun waktu sekitar satu dekade terakhir.

Dalam misi penerbangan ke luar angkasa itu, Maezawa diketahui bergabung dengan asisten produksi dan videografernya Yozo Hirano, yang akan mengabadikan pengalaman kosmik di kamera. Sedangkan penerbangan itu dipimpin oleh Kosmonot veteran Rusia, Alexander Misurkin.

Sementara itu, AS sebelumnya juga sempat mengumumkan kerangka kerja baru untuk kebijakan luar angkasanya. Adapun upaya ini dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi ancaman yang berkembang di ruang angkasa yang ditimbulkan oleh negara lain, dan juga sampah luar angkasa, serta perubahan iklim.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait