Studi AS: Positif COVID-19 Usai Vaksinasi Diyakini Ciptakan 'Imunitas Super'
Dunia

Penelitian dari Oregon Health and Science University mengungkap adanya peningkatan efektivitas antibodi yang dihasilkan oleh individu yang terpapar COVID-19 setelah mendapat dosis lengkap vaksin.

WowKeren - Keberadaan varian Omicron menyebabkan masyarakat dunia menggelar penelitian besar-besaran untuk menemukan cara mengantisipasi yang paling efektif. Pasalnya vaksinasi saja dianggap kurang cukup untuk memberi kekebalan untuk seseorang menghadapi COVID-19 Omicron maupun varian-varian lain di masa depan.

Namun hasil penelitian dari Universitas Ilmu Kesehatan Oregon (OHSU) di Portland, Amerika Serikat memberi perspektif baru sekaligus angin segar. Sebab peneliti menemukan infeksi lanjutan pada pasien COVID-19 yang sebelumnya sudah divaksin bisa memicu "imunitas super" untuk melawan varian virus Corona dan berbagai variannya.

"Kuncinya adalah harus divaksinasi," tutur Dr Marcel Curlin, asisten profesor medis yang juga menjadi salah satu penulis naskah publikasi ilmiah terkait, dikutip dari UPI News pada Senin (20/12). "Anda harus mendapat dasar yang cukup untuk perlindungan."

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan sampel darah dari 52 orang yang sebelumnya telah mendapat dosis penuh vaksinasi COVID-19 dengan merek Pfizer. Sebanyak 26 di antaranya tidak mengalami infeksi terusan, dikategorikan sebagai kelompok kontrol, sedangkan 26 lainnya mengalami gejala ringan COVID-19 pasca vaksinasi. Informasi lebih detail, sebanyak 10 di antaranya terinfeksi varian Delta, 9 bukan Delta, dan 7 sisanya belum diketahui varian apa.

Di laboratorium, virus Corona yang masih hidup dipaparkan dengan darah dari para relawan. Dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak terinfeksi COVID-19 usai divaksin, darah dari mereka yang mengalami infeksi terusan memproduksi lebih banyak antibodi yang dalam penelitian lanjutan diungkap lebih baik dalam menetralisir virus.


Antibodi pada orang dengan infeksi terusan bahkan seribu persen lebih efektif daripada antibodi yang dihasilkan dua pekan setelah pemberian dosis penuh vaksin Pfizer. Studi ini pun diklaim sebagai yang pertama dan para ilmuwan melihatnya sebagai pengantar bahwa bisa jadi respons imun pada pasien dengan infeksi lanjutan pasca divaksinasi COVID-19 lebih efektif melawan varian virus yang ada saat ini maupun di masa depan.

"Anda tidak bisa mendapatkan respons imun yang lebih baik daripada ini," tutur Asisten Profesor Mikrobiologi dan Imunologi di OHSU, Fikadu Tafesse. Sedangkan penelitian ini sendiri dipublikasikan pada 16 Desember 2021 di Journal of the American Medical Association.

Tafesse menyebut vaksin-vaksin ini sangat efektif melawan keparahan gejala. "Studi kami menunjukkan bahwa individu yang sudah divaksin dan terpapar infeksi lanjutan (COVID-19) bisa membentuk imunitas super," kata Tafesse. Curlin pun menambahkan bahwa temuan ini bisa jadi menunjukkan arah menuju akhir pandemi.

"Bukan berarti kita akan segera bertemu akhir pandemi, tapi kita sudah mendekat ke titik (akhir)," ujarnya. "Sekali Anda sudah divaksin dan terpapar virus, Anda akan berpotensi terlindungi dari varian-varian lain di masa depan."

"Studi kami menyiratkan bahwa hasil jangka panjang akan menjadi pengurangan tingkat keparahan epidemi di seluruh dunia," pungkasnya. Hanya saja studi tidak spesifik mengamati kekebalan tubuh terhadap varian Omicron.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait