Masih Berstatus Level III, Begini Kondisi Terkini Gunung Semeru Pascaerupsi
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional
Erupsi Semeru

Sudah beberapa minggu lalu sejak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember 2021. Kini statusnya juga masih berada di level III atau siaga, dan masih terus dipantau.

WowKeren - Sebelumnya, status Gunung Semeru dinaikkan ke level III alias siaga. Sebagai pengingat, pada 4 Desember 2021 lalu, Gunung Semeru mengalami erupsi, yang hingga kini masih harus diwaspadai masyarakat sekitar.

Hingga kini, status Gunung Merapi juga masih berada di level III atau siaga. Sementara mengenai kondisi Semeru sendiri, asap kawah bertekanan tampak berwarna putih.

Adapun asap kawah putih yang teramati itu diketahui memiliki intensitas tebal dan tinggi 500-1.000 meter di atas puncak kawah. Hal ini seperti yang tertuang dalam data Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru periode 21 Desember 2021 pukul 00.00-06.00 WIB.

Selain itu, Gunung Semeru disebut juga mengalami letusan sebanyak satu kali, dan guguran lima kali, serta embusan satu kali. Maka dari itu, petugas mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari puncak Gunung Semeru.


Selanjutnya, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di kawasan Besuk Kobokan sejauh 13 km. "Selain itu, warga juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru," terang petugas PPGA Semeru, Yudi Yuliandi dalam laporannya, Selasa (21/12).

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar Gunung Semeru dalam rentang jarak 13 km. Hal ini disampaikan seiring dengan dinaikkannya status Gunung Semeru menjadi Siaga.

Sementara itu, sejak Senin (20/12) sekitar pukul 06.00-12.00 WIB, kawah Semeru diketahui meluncurkan 5 kali guguran awan panas yang mengarah ke aliran sungai berhulu dari Gunung Semeru. Adapun luncuran awan panas ini terekam seismograf di pos pantau PVMBG di Gunung Sawur, Lumajang.

Dalam pantauan PVMBG itu juga menunjukkan luncuran awan panas 5 kali kejadian dengan amplitudo 2-4 mm dengan durasi 60-90 detik. Sedangkan gempa tektoniknya terjadi sebanyak 3 kali, amplitudo menerus 7 sampai 22 mm, dengan durasi 65-155 detik. Kemudian Gunung Semeru tertutup awan dan sekitar lereng pegunungan terjadi hujan intensitas tinggi dan sedang sejak pukul 13.00 WIB.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts