Korea Selatan Izinkan Penggunaan Darurat Pil Anti COVID-19 Pfizer
Dunia

Menteri Keamanan Obat Kim Gang-lip mengatakan bahwa perawatan pil oral Pfizer yang disebut Paxloid ini 'diharapkan membantu mencegah kerusakan serius pada pasien yang dirawat di pusat perawatan atau dirawat di rumah'.

WowKeren - Korea Selatan merilis izin penggunaan darurat untuk pil anti COVID-19 Pfizer. Kementerian Keamanan Makanan dan Obat menyatakan pil Pfizer ini akan menjadi yang pertama dari jenisnya yang diperkenalkan di Korsel.

Menteri Keamanan Obat Kim Gang-lip mengatakan bahwa perawatan pil oral Pfizer yang disebut Paxloid ini "diharapkan membantu mencegah kerusakan serius pada pasien yang dirawat di pusat perawatan atau dirawat di rumah". Pil ini juga akan mendiversifikasi perawatan coronavirus di luar suntikan yang saat ini digunakan di lapangan.

Adapun pil tersebut akan digunakan untuk orang dewasa atau anak-anak berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan di atas 40 kilogram. Obat itu akan diberikan kepada pasien dengan gejala ringan hingga sedang dengan risiko tinggi mengembangkan kasus virus corona yang parah karena penyebab seperti penyakit komorbid.

Sementara itu, pil oral molnupiravir yang dikembangkan oleh Merck juga telah mengajukan izin penggunaan darurat di Korsel awal bulan ini. Namun menurut Kim Gang-lip, kementeriannya masih meninjau izin tersebut karena mereka membutuhkan info tambahan tentang kemanjuran pil Merck.


Di sisi lain, Korsel diketahui telah kembali memperketat pembatasan sosial minggu lalu usai sempat melonggarkannya pada bulan November 2021. Pengetatan ini diterapkan usai serangkaian rekor infeksi baru harian dan kasus serius membuat layanan medis kewalahan.

Pada Kamis (23/12) pekan lalu, Korea Selatan mencatatkan angka kasus kematian COVID-19 tertinggi selama pandemi. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan ada 109 orang yang meninggal dalam periode 24 jam.

Khawatir dengan lonjakan infeksi dan kematian baru yang memecahkan rekor, Korea Selatan kembali memperketat pembatasan mulai Sabtu (25/12). Pertemuan privat kembali dibatasi maksimal empat orang, sedangkan jam operasional restoran dan kafe dibatasi maksimal hingg pukul 21.00.

Sebelumnya, pejabat kesehatan senior Lee Sang-won telah mengatakan bahwa ada kemungkinan varian omicron akan menjadi jenis yang dominan di Korea Selatan dalam satu atau dua bulan. Jaehun Jung yang merupakan seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Gachon di Korea Selatan, juga mengatakan bahwa "(tingkat) infeksi yang berarti yang disebabkan oleh omicron dapat terjadi di negara kita pada bulan Februari atau Maret".

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait