Obat COVID-19 Molnupiravir Rencananya Dipakai di Indonesia Mulai Januari 2022
Nasional

Pada bulan November 2021 lalu, Menkes Budi telah mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia membeli molnupiravir sebanyak 600 ribu hingga 1 juta tablet untuk mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19.

WowKeren - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa obat COVID-19 molnupiravir yang diproduksi perusahaan farmasi Merck akan tiba di Indonesia pada akhir tahun 2021 ini. Budi menjelaskan bahwa pil molnupiravir telah mendapat izin penggunaan dari BPOM Amerika Serikat alias Food and Drug Administration (FDA).

"Molnupiravir harusnya akhir tahun ini sudah terbang karena kita impor," ujar Budi pada Senin (27/12).

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa molnupiravir dapat memberikan perlindungan terhadap COVID-19 hingga 50 persen. Meski demikian, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa proteksi obat tersebut turun dari 50 persen menjadi hanya sekitar 30-40 persen.

Adapun BPOM RI kini disebut tengah memproses izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) molnupiravir. Sehingga diharapkan obat tersebut sudah bisa digunakan untuk melawan pandemi COVID-19 pada awal Januari 2022 mendatang.

"Sehingga diharapkan bulan Januari kita siap pakai, jadi datang di akhir tahun," papar Budi.


Tak hanya molnupiravir, Budi juga menjelaskan bahwa pil anti COVID-19 Plaxvoid buatan Pfizer kemungkinan juga akan didatangkan ke Tanah Air. Sama seperti molnupiravir, Plaxvoid juga telah mendapat persetujuan penggunaan dari FDA.

Plaxvoid disbeut mampu memberikan perlindungan hingga 90 persen. Namun hasil tes di lapangan menunjukkan tingkat proteksi tersebut turun menjadi 75-80 persen.

"Dan kedua obat ini diberikan kepada orang yang (COVID-19) sehat, jadi positif tapi demam-demam sedikit," jelas Budi.

Pada bulan November 2021 lalu, Menkes Budi mengungkapkan bahwa pemerintah Indoensia membeli molnupiravir sebanyak 600 ribu hingga 1 juta tablet untuk mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19. Menurut Budi, harga molnupiravir termasuk murah karena pengobatan satu pasien COVID-19 hingga sembuh hanya membutuhkan biaya kurang dari Rp 1 juta.

"Hitungan kami ini $40-50 dolar AS, jadi enggak terlalu mahal. Kemarin saya ke Amerika sudah deal dengan Merck, rencananya kita akan beli dulu sementara 600-1 juta tablet bulan Desember, jadi mempersiapkan diri dulu, kalau terjadi (lonjakan) setidaknya obatnya sudah ada," ujar Budi dalam Rapat Kerja bersama DPR RI pada 8 November 2021 lalu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait