CDC AS Izinkan OTG COVID-19 Cuma Isolasi 5 Hari Walau Terancam Omicron
Dunia

Selain untuk pasien tidak bergejala, CDC Amerika Serikat juga memberi keringanan bagi kontak erat kasus COVID-19 yang sudah menerima dosis booster, yakni tak perlu dikarantina.

WowKeren - Sudah ratusan negara mengonfirmasi temuan kasus COVID-19 varian Omicron, termasuk Amerika Serikat. Bahkan jumlah pasien terinfeksi COVID-19 Omicron di negara tersebut terus bertambah.

Namun krisis tersebut tidak membuat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) batal memangkas durasi karantina bagi para pasien tak bergejala. Bila sebelumnya CDC merekomendasikan masa isolasi untuk pasien COVID-19 tak bergejala selama 10 hari, kini dipotong setengahnya yakni hanya lima hari.

"Perubahan didasarkan pada demonstrasi ilmiah, bahwa transmisi SARS-CoV-2 kebanyakan terjadi di awal penyakit," demikian kutipan pernyataan CDC, dikutip dari UPI, Selasa (28/12). "Umumnya (penularan) terjadi sekitar 1-2 hari setelah muncul gejala dan 2-3 hari sesudahnya."

Namun pemangkasan lama durasi karantina ini diikuti dengan kewajiban pasien yang bersangkutan memakai masker ketika di tengah masyarakat. Kewajiban memakai masker ini berlangsung selama 5 hari setelah masa karantina berakhir.

Kebijakan ini tentu membawa keuntungan bagi sejumlah pihak, namun tetap saja memicu kekhawatiran apalagi di tengah gelombang COVID-19 Omicron. Direktur CDC, Dr Rochelle Walensky, juga tidak menampik kekhawatiran tersebut apalagi karena varian Omicron menyebar dengan begitu cepat.


"(Penyebaran Omicron cepat) dan berpotensi untuk berdampak terhadap semua aspek kemasyarakatan kita," tutur Walensky. Sang ahli kesehatan juga tidak menutup kemungkinan adanya perubahan pada peraturan yang berlaku.

"Hanya apabila kami sudah lebih memahami soal penyebaran virusnya," kata Walensky. "Dan perlindungan yang disediakan oleh vaksinasi serta dosis penguat (booster)."

"Perubahan-perubahan ini memberi kepastian perlindungan untuk masyarakat menjalani kehidupan mereka sehari-hari," sambung Walensky. "Pencegahan tetap menjadi opsi terbaik: segera divaksinasi, segera dapatkan dosis penguat, pakai masker di tempat umum yang tertutup, di area dengan potensi transmisi komunitas yang tinggi, dan lakukan tes (COVID-19) sebelum Anda berkumpul."

CDC juga mengatur ketat perilaku kontak erat pasien COVID-19, terutama bila belum divaksinasi atau belum menerima suntikan booster 6 bulan setelah menerima dosis kedua vaksin mRNA mereka, atau yang belum mendapat dosis tambahan 2 bulan setelah menerima vaksin Johnson & Johnson. Kontak erat pasien COVID-19 dengan kategori tersebut harus karantina selama 5 hari, diikuti dengan kewajiban memakai masker secara ketat selama 5 hari.

CDC masih memberi keringanan bila tidak bisa melaksanakan karantina selama lima hari, yakni harus memakai masker secara disiplin dan tepat selama 10 hari. Sementara untuk para kontak erat yang sudah menerima suntikan booster tidak perlu karantina namun harus memakai masker secara disiplin dan tepat selama 10 hari.

"Untuk semua yang terpapar (kontak erat), langkah terbaik adalah dengan menjalani tes SARS-CoV-2 pada 2-5 hari setelah paparan," lanjut CDC. "Jika terjadi gejala, individu yang bersangkutan harus segera dikarantina sampai dikonfirmasi negatif COVID-19. Gejala tidak menjadi patokan penentuan status COVID-19."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait