Menkes Cerita Diomeli Jokowi Imbas Pasien COVID-19 Omicron Lolos dari Karantina
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo turut memantau perkembangan pengendalian COVID-19, termasuk soal banyaknya pelanggaran karantina yang terjadi.

WowKeren - Masalah karantina dan pasien COVID-19 Omicron belakangan menjadi sorotan luas di Indonesia. Apalagi karena ada pasien COVID-19 Omicron yang berhasil lolos dari Wisma Atlet hingga menjalani isolasi mandiri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku bahwa pihaknya sempat diomeli oleh Presiden Joko Widodo. Dengan tegas, Jokowi menginstruksikan Budi Gunadi dan jajaran untuk menyelesaikan masalah karantina, termasuk mewajibkan pelaku perjalanan luar negeri, tak peduli siapapun itu, untuk menjalani karantina selama 10-14 hari.

"Presiden sudah ngomong, kita dimarah-marahin. 'Itu (pelanggaran karantina), gimana itu?'," ujar Budi Gunadi di podcast Deddy Corbuzier, Selasa (28/12). "Dia bilang 'Itu (pelanggaran karantina) beresin'. Jenderal kita turun, ya kami beresin."

Budi Gunadi menegaskan, sekarang semua pelaku perjalanan internasional harus dikarantina. "Bapak Presiden yang minta. 'Kita mesti beresin (soal pelanggaran) karantina. Jangan saya denger gini, gini (ada pelanggaran karantina kembali)'. Ya sudahlah kita (beresin), jenderal tertinggi sudah bilang gitu," tutur Budi Gunadi.


Bahkan menurutnya, Jokowi tak ragu mengancam akan memperpanjang masa karantina bagi pelaku perjalanan internasional bila pelanggaran terus ditemukan. "Nanti, kalau tidak beres-beres, saya akan perpanjang karantinanya menjadi 14 hari," imbuh Budi Gunadi, menirukan instruksi sang presiden, dikutip pada Rabu (29/12).

Kementerian Kesehatan sudah berkali-kali menegaskan pentingnya karantina untuk pelaku perjalanan internasional. Apalagi karena ada varian Omicron yang berkembang begitu luas di berbagai negara, hingga sejak pekan lalu mulai ditemukan juga di Indonesia.

Bahkan pada Selasa (28/12) kemarin, Kemenkes mengonfirmasi tambahan kasus transmisi lokal COVID-19 Omicron yang harus membuat masyarakat lebih waspada. Sebab transmisi lokal berarti pasien COVID-19 tersebut bukan merupakan pelaku perjalanan internasional maupun memiliki riwayat kontak dekat terkait.

Karena itulah Budi Gunadi juga mengingatkan agar masyarakat mengurangi bepergian ke luar negeri. "Pakai masker, jangan ke luar negeri. Kalau mau ke luar negeri balik ya dikarantina. Ke luar negeri boleh, tapi balik ya karantina 10 hari di sini," pungkas sang mantan Wakil Menteri BUMN.

(wk/elva)


You can share this post!

Related Posts