HSA mengatakan batas 20 alat tes didasarkan pada cakupan penggunaan pribadi para pelancong karena mereka perlu melakukan tes sendiri setiap hari selama 14 hari.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 30 Desember 2021 - 13:03 WIB
WowKeren - Singapura telah mengetatkan kebijakan bagi pelancong asing yang datang ke negaranya. Pelancong lokal dan asing yang datang ke Singapura hanya diperbolehkan membawa maksimal 20 alat tes mandiri per individu untuk kebutuhan tes pribadi.
Pengumuman itu disampaikan oleh Otoritas Ilmu kesehatan (HSA) pada Rabu (29/12) dan telah berlaku sejak 23 Desember. HSA mengakui perlunya pelancong membawa alat tes mandiri untuk memenuhi persyaratan pengujian mandiri.
Namun, perlu juga dicatat bahwa alat uji yang dibawa harus disetujui untuk digunakan di negara keberangkatan. Ini sebagai pengakuan atas fakta bahwa alat uji yang diizinkan untuk digunakan di Singapura mungkin tidak tersedia di negara lain.
Penentuan batas maksimal pada jumlah tertentu bukan tanpa alasan. HSA mengatakan batas 20 alat tes didasarkan pada cakupan penggunaan pribadi para pelancong karena mereka perlu melakukan tes sendiri setiap hari selama 14 hari, sambil memberikan kelonggaran untuk pengujian ulang.
Selain itu, alasan lainnya pemberian batas itu adalah untuk menghindari praktik penjualan kembali produk itu secara massal. Kekhawatirannya adalah bahwa alat tes yang tidak dievaluasi kualitas dan kemanjurannya dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Langkah-langkah telah diambil sebelumnya untuk mencegah impor dan penjualan kembali kit yang belum dievaluasi untuk digunakan di Singapura. Saat ini, impor alat uji mandiri ke Singapura melalui pos parsel masih dilarang.
HSA mengatakan pihaknya telah melihat terjadinya peningkatan impor pribadi alat tes mandiri COVID-19 ke Singapura sejak Oktober 2021. Grosir alat tes mandiri akan memerlukan lisensi dan otorisasi dari HSA. Bagi siapapun yang melanggar dapat dipenjara hingga dua tahun dan menghadapi denda hingga 50.000 dolar Singapura atau keduanya.
Sementara itu di belahan dunia lainnya, alat uji tes cepat antigen semakin menipis. Australia mencatat alat RAT terjual habis seiring dengan langkah pemerintah yang mempromosikan tes cepat antigen sebagai langkah menengah untuk mendeteksi infeksi pada warganya sebelum tes PCR.
(wk/zodi)