Kerusuhan Langka Terjadi di Kazakhstan, Presiden Umumkan Status Darurat
Dunia

Protes tersebut dimulai di bagian barat Kazakhstan selama akhir pekan dan telah menyebar ke wilayah lain dengan cepat. Adapun protes dan kerusuhan semacam ini terhitung langka terjadi di negara tersebut.

WowKeren - Presiden Kazakhstan telah mengumumkan keadaan darurat di sebagian besar negara itu. Status darurat tersebut diumumkan di tengah pecahnya kerusuhan yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar.

Protes tersebut dimulai di bagian barat Kazakhstan selama akhir pekan dan telah menyebar ke wilayah lain dengan cepat. Adapun protes dan kerusuhan semacam ini terhitung langka terjadi di negara tersebut.

Rekaman video dari kota terbesar Kazakhstan, Almaty, menunjukkan barisan polisi anti huru hara dan banyak kendaraan pengendali massa berkumpul di pusat kota pada Selasa (4/1) malam. Menurut laporan AFP, polisi menggunakan granat kejut dan gas air mata setelah massa menolak bubar. Diperkirakan ada lebih dari 5.000 orang yang hadir dalam aksi massa tersebut.

Sejumlah laporan yang belum bisa diverifikasi mengatakan ada mobil polisi yang terbakar di Almaty. Sedangkan video dari kota lain menunjukkan para pengunjuk rasa melakukan aksi di tengah suhu di bawah nol dan banyaknya pasukan keamanan yang diterjunkan.

"Semua seruan untuk menyerbu atau menyerang gedung-gedung pemerintah benar-benar ilegal," tegas Presiden Kassym-Jomart Tokayev dalam pernyataan pada Selasa malam.


Melalui akun Twitter resminya, Presiden Tokayev menyalahkan aksi protes tersebut pada "individu destruktif yang ingin merusak stabilitas dan persatuan masyarakat kita". Dalam upayanya untuk memadamkan kerusuhan, Presiden Tokayev mengatakan pemerintah akan bertemu untuk membahas "tuntutan sosial-ekonomi" para pengunjuk rasa pada Rabu (5/1).

Belakangan, Presiden Tokayev juga memberlakukan keadaan darurat yang mencakup Almaty dan provinsi Mangystau barat. Status darurat ini akan berlaku selama dua minggu.

Sebagai informasi, aksi protes ini dimulai di di kota minyak Zhanaozen selama akhir pekan lalu. Kemarahan warga awalnya dipicu oleh kenaikan tajam harga bahan bakar gas cair yang banyak digunakan orang sebagai bahan bakar kendaraan. Harganya dilaporkan berlipat ganda dalam hitungan hari.

Presiden Tokayev menyatakan bahwa pemerintah akan menerapkan batasan harga 50 tenge atau sekitar Rp 1.652 per liter untuk bahan bakar gas cair tersebut di provinsi Mangystau. Batasan tersebut kira-kira separuh dari harga pasar saat ini.

Meski demikian, aksi protes di beberapa wilayah turut diwarnai dengan motif politik. Sejumlah pihak melepaskan frustasi yang terpendam tentang kurangnya akuntabilitas pemerintah di negara tersebut.

?

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait