Kejar Vaksinasi Anak Demi PTM, Menko PMK Minta Riwayat Kesehatan Dicek Detail
AFP
Nasional
Vaksin COVID-19

Mendagri Tito Karnavian mendorong pemda mempercepat vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak. Namun Menko PMK Muhadjir Effendy meminta agar riwayat kesehatan penerima vaksin diperiksa mendetail.

WowKeren - Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen dibayangi dengan ketakutan akibat virus Corona varian Omicron yang belakangan sedang berkembang pesat di Indonesia. Karena itulah, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah agar mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak.

"Kita dorong pelaksanaan PTM penuh pada tahun ajaran ini, tapi itu pun bentuknya situasional jadi aman," kata Tito di Lampung, Rabu (5/1). "Vaksinasi dipercepat setidaknya dua per tiga warga sekolah sudah divaksin, kalau bisa semua sudah memperoleh vaksin jadi lebih bagus dan aman."

Dengan percepatan vaksinasi terutama di lingkungan pendidikan maka dapat membentuk kekebalan kelompok. Alhasil bisa tercipta lingkungan PTM yang aman dari persebaran COVID-19.

"Saat ini yang dituju adalah membentuk kekebalan kelompok," tutur Tito. "Jadi kalau warga sekolah bisa 100 persen divaksin, pembelajaran tatap muka penuh menjadi lebih aman bagi siswa, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat."


Yang pasti, pemerintah mendorong pelaksanaan PTM penuh untuk mencegah learning loss pada siswa. "Ini untuk mencegah adanya learning loss pada siswa. Kalau daerahnya situasinya kondusif dengan tren persebaran COVID-19 rendah bisa segera melaksanakan PTM penuh," sambungnya menegaskan.

Kendati demikian, disampaikan di kesempatan berbeda, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta agar petugas kesehatan lebih teliti dalam memeriksa riwayat kesehatan sebelum memvaksinasi anak-anak tersebut. Hal ini tentu demi menghindari terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

"Saya mohon petugas kesehatan, baik itu dari TNI, Polri, Kementerian Kesehatan," terang Muhadjir di Jakarta Pusat, dikutip pada Kamis (6/1). "Untuk memastikan dan melakukan penelusuran tentang status kesehatan anak yang akan divaksin."

Pasalnya belakangan memang kerap muncul pemberitaan insiden-insiden yang dialami anak setelah menerima vaksinasi COVID-19, meski tidak semua terkait langsung. Perihal pengecekan riwayat kesehatan ini juga sebaiknya dilakukan secara mendalam melalui orang tua dan keluarganya.

"Kalau status kesehatan yang bersangkutan diketahui sehingga kita bisa memutuskan melakukan apa nanti setelah divaksin ataupun tidak perlu divaksin. Ini dilakukan agar tidak terjadi KIPI yang tidak kita inginkan," tegas Muhadjir.

(wk/elva)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait