Buntut Drama Syarat Vaksinasi COVID-19, Nasib Novak Djokovic Ditentukan Dalam Persidangan
Dunia
Vaksin COVID-19

Sebelumnya, bintang tenis Novak Djokovic terancam dideportasi setelah visanya dibatalkan oleh pemerintah Australia. Kini Djokovic tengah menghadapi persidangan.

WowKeren - Belakangan, nama bintang tenis pria Novak Djokovic disorot publik lantaran pengakuannya mengenai mendapat pengecualian medis soal vaksinasi COVID-19 saat hendak mengikuti turnamen Australia Open. Sebagai informasi, Australia memiliki aturan yang sangat ketat mengenai vaksinasi COVID-19.

Namun hal tersebut tampaknya ditolak dengan tegas oleh pihan pemerintah Australia. Setelah empat malam Djokovic di tahan di sebuah hotel detensi imigrasi Australia, ia akhirnya menjalani sidang dalam kasus deportasi yang telah mempolarisasi pendapat dan memperoleh dukungan tulus untuknya dari negara asalnya, Serbia.

Seperti yang diketahui sebelumnya, setelah visanya ditolak oleh pemerintah Australia, Djokovic terancam dideportasi. Hal ini bahkan memicu adanya isu politik antara Australia dengan Serbia.

Sejak visanya dibatalkan, pengacara Djokovic telah mengajukan ke pengadilan dalam tantangannya terhadap deportasi dari Australia. Ia lantas mengajukan surat yang menyatakan bahwa kliennya telah dinyatakan sembuh dan pulih setelah usai terpapar COVID-19 pada Desember 2021 lalu.


Pengacara Djokovic lantas menggunakan alasan tersebut dalam mengajukan pengecualian medis untuk aturan vaksinasi COVID-19 yang ketat di Australia. Sidang banding atas pembatalan visa Djokovic itu dimulai di Melbourne pada Senin (10/1), di Sirkuit Federal dan Pengadilan Keluarga Australia.

Pada Minggu (9/1), media Australia melaporkan bahwa tawaran pemerintah federal untuk waktu tambahan dalam mempersiapkan kasusnya melawan Djokovic ditolak. Adapun permohonan itu diketahui dibuat atas nama Menteri Dalam Negeri Karen Andrews selama akhir pekan, berusaha untuk menunda sidang terakhir selama dua hari – hanya lima hari dari awal Australia Open.

Melansir AP News, Hakim Pengadilan Sirkuit Federal, Anthony Kelly menolak permohonan tersebut dan kasusnya dilanjutkan pada Senin (10/1), sesuai dengan rencana awal. Pengacara Djokovic mengajukan 35 halaman pengajuan di mana mereka menguraikan 11 alasan banding.

Pihak Djokovic menyebut bahwa keputusan pemerintah Australia dalam pembatalan visa itu tidak logis dan tidak masuk akal. Peridangan ini disebut akan dilanjutnya pada Senin (10/1) malam untuk perdebatan mengenai deportasi.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts