WHO Tambah Rekomendasi 2 Obat Baru Untuk COVID-19 di Tengah Lonjakan Kasus Omicron Secara Global
AFP/Joseph Prezioso
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sebelumnya, WHO telah menerbitkan sebuah pedoman untuk menangani pasien COVID-19 dengan tingkat keparahan ringan hingga parah. Kini WHO kembali menambahkan rekomendasi perawatan.

WowKeren - Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menambahkan rekomendasi obat untuk COVID-19. WHO menambahkan dua obat baru ke pedomannya untuk perawatan yang direkomendasikan untuk COVID-19 lantaran varian Omicron yang lebih menular dari varian lainnya sehingga memicu lonjakan kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia.

Adapun obat yang direkomendasikan oleh WHO adalah Obat Baricitinib. Obat ini diketahui juga digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, "sangat dianjurkan" untuk pasien dengan COVID-19 yang parah atau kritis dalam kombinasi dengan kortikosteroid.

Melansir Al Jazeera, hal tersebut disampaikan oleh panel ahli internasional badan PBB dalam pedoman yang diterbitkan oleh Jurnam Medis Inggris. Obat tersebut dinilai mampu mengurangi kebutuhan akan ventilasi dan telah terbukti meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup tanpa tanda-tanda peningkatan reaksi yang merugikan.

Selain itu, dalam pernyataan panel tersebut juga memberikan "rekomendasi bersyarat" untuk sotrovimab yang merupakan pengobatan antibodi monoklonal eksperimental bagi mereka dengan COVID-19 yang tidak parah, tetapi dengan risiko masuk rumah sakit yang sangat tinggi. Antibodi monoklonal sendiri adalah senyawa yang dibuat di laboratorium yang meniru mekanisme pertahanan alami tubuh.


Rekomendasi pengobatan baru yang dilakukan oleh WHO itu juga dilatarbelakangi oleh pandemi COVID-19 yang semakin cepat di seluruh dunia. Lebih dari 15 juta kasus baru COVID-19 dilaporkan ke WHO dalam satu pekan terakhir.

Masih melansir Al Jazeera, sejauh ini, yang paling banyak dilaporkan adalah kasus COVID-19 varian Omicron. Dengan begini, angka kasus Omicron menggantikan varian Delta yang juga telah menyebar ke negara di dunia.

WHO mengatakan bahwa rekomendasi tersebut didasarkan pada bukti baru dari tujuh uji coba yang melibatkan 4 ribu pasien dengan kasus COVID-19 mulai dari tidak parah, parah, hingga kritis. Panduan ini menambah yang telah direkomendasikan sebelumnya.

"Panduan menambah rekomendasi sebelumnya untuk penggunaan penghambat reseptor interleukin-6 dan kortikosteroid sistemik untuk pasien dengan covid-19 yang parah atau kritis; rekomendasi bersyarat untuk penggunaan casirivimab-imdevimab (pengobatan antibodi monoklonal lain) pada pasien tertentu," bunyi pernyataan WHO dilansir pada Jumat (14/1).

"Dan menentang penggunaan plasma konvalesen, ivermectin dan hydroxychloroquine pada pasien Covid-19 terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya," bunyi keterangan WHO.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts